Pencarian

Harga Emas Antam Ambles Rp 70 Ribu dalam Dua Hari, Buyback Ikut Terpangkas

Sabtu, 16 Mei 2026 • 14:31:01 WIB
Harga Emas Antam Ambles Rp 70 Ribu dalam Dua Hari, Buyback Ikut Terpangkas
Harga emas Antam per gram turun menjadi Rp 2.769.000 pada Sabtu, 16 Mei 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNGHarga emas Antam melanjutkan tren negatif pada akhir pekan ini. Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, harga emas ukuran 1 gram pada Sabtu (16/5/2026) dibanderol Rp 2.769.000, turun Rp 50.000 dibandingkan posisi Jumat (15/5) di Rp 2.819.000. Jika dihitung sejak Kamis pekan lalu, total penurunan sudah mencapai Rp 70.000 per gram.

Harga buyback—acuan saat nasabah menjual emas batangan ke Antam—juga ikut loyo. Hari ini, Antam mematok harga buyback di Rp 2.576.000 per gram, terpangkas Rp 60.000 dari hari sebelumnya. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali melebar, memberi sinyal bahwa tekanan di pasar logam mulia masih kuat.

Dolar AS dan Imbal Hasil Obligasi Jadi Biang Kerok

Koreksi harga emas Antam sejalan dengan jatuhnya harga emas dunia. Pada Jumat (15/5) waktu AS, harga emas spot ambles 2% ke level USD 4.556,46 per ounce—terendah dalam lebih dari seminggu. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni juga turun 2,7% ke USD 4.561,50.

Analis Marex, Edward Meir, mengatakan aksi jual melanda seluruh logam mulia karena kombinasi faktor eksternal. "Dolar AS cukup kuat hari ini. Kita juga melihat peningkatan tingkat imbal hasil obligasi, bukan hanya di AS tapi secara global," ujarnya. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun bahkan menyentuh level tertinggi dalam hampir setahun, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil (yield) kalah menarik.

Dolar AS yang perkasa juga menjadi tekanan tambahan. Indeks dolar diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam dua bulan, membuat emas yang dihargai dalam dolar AS semakin mahal bagi pembeli di luar negeri—termasuk Indonesia.

Konflik Timur Tengah Panaskan Inflasi, Suku Bunga Berpotensi Naik

Sentimen negatif lainnya datang dari eskalasi konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan kesabarannya terhadap Iran telah habis dan menilai China tidak memberikan bantuan berarti untuk mengakhiri perang. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak lebih dari 40% sejak perang AS-Israel di Iran dimulai.

Kenaikan harga minyak memperkuat narasi inflasi global. Bank sentral cenderung menaikkan suku bunga saat inflasi tinggi, dan suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil. Para pedagang di pasar berjangka kini mulai meningkatkan taruhan untuk kenaikan suku bunga AS, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga tahun ini meredup.

Bagi investor ritel Indonesia, tekanan harga emas Antam ini bisa menjadi sinyal untuk mencermati pergerakan dolar dan suku bunga global ke depan. Sebab, harga emas buyback yang ikut turun berarti nilai investasi yang sudah dibeli sebelumnya ikut tergerus jika dijual saat ini.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks