MENTOK — Wakil Bupati Bangka Barat secara resmi membuka Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat SMI Timah Cup 2026 di Mentok, Kamis (14/5/2026). Acara yang digelar di arena pertandingan setempat ini diikuti oleh para atlet dari berbagai perguruan di wilayah Bangka Barat dan sekitarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menekankan bahwa kejuaraan ini memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pembinaan atlet tetapi juga pelestarian budaya bangsa. Ia menilai pencak silat merupakan warisan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan oleh generasi penerus.
“Kejuaraan ini bukan hanya ajang untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat persaudaraan, menanamkan sportivitas, disiplin dan semangat juang bagi generasi muda,” ujarnya di hadapan peserta dan tamu undangan.
Antusiasme Peserta dan Dukungan Orang Tua
Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para atlet tampak mengenakan seragam perguruan masing-masing dengan penuh kebanggaan saat memasuki arena pertandingan. Di sudut arena, sejumlah orang tua terlihat memberikan dukungan sambil menyaksikan anak-anak mereka bersiap memasuki gelanggang.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pelatih, dan pihak yang mendukung terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, kompetisi semacam ini menjadi ajang untuk melahirkan bibit-bibit atlet berbakat yang mampu membawa nama Bangka Barat ke tingkat yang lebih tinggi.
Kejurda SMI Timah Cup: Ajang Pembentukan Karakter
Ajang Kejurda Pencak Silat SMI Timah Cup 2026 ini dinilai memiliki makna penting dalam pembinaan atlet sekaligus pelestarian budaya bangsa. Pemerintah daerah berharap melalui kompetisi ini, lahir atlet-atlet tangguh yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki karakter sportif dan disiplin tinggi.
Kejuaraan daerah ini menjadi salah satu upaya Pemkab Bangka Barat dalam mengembangkan potensi olahraga tradisional di tengah generasi muda. Dengan adanya event seperti ini, diharapkan minat masyarakat terhadap pencak silat semakin meningkat dan melahirkan prestasi di kancah nasional.