PANGKALPINANG — Susanti Saparudin mengaku prihatin dengan temuan di lapangan. Ia kerap menjumpai warga berusia muda di Pangkalpinang yang harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal, atau terserang stroke di usia produktif. Pola makan dan konsumsi makanan cepat saji disebut sebagai pemicu utama.
“Dari tahun 2013 sampai sekarang, saya sering menemukan warga kita, terutama di Pangkalpinang, yang usia muda sudah terkena stroke bahkan harus cuci darah,” ujarnya di hadapan kader posyandu dan warga Kelurahan Pasir Garam, Kecamatan Pangkalbalam.
Olahraga 15 Menit Sehari Bisa Cegah Penyakit Kronis
Dalam kesempatan itu, Susanti mengajak warga memulai kebiasaan kecil namun konsisten. Ia mencontohkan olahraga ringan minimal 15 menit setiap hari sebagai langkah awal.
“Saya mengajak seluruh bapak ibu untuk tetap berolahraga minimal 15 menit setiap hari. Walaupun gerakan kecil, kalau rutin pasti bermanfaat,” kata Susanti yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang.
Tak hanya olahraga, ia juga mengingatkan pentingnya mengontrol kadar gula darah dan mengurangi konsumsi garam serta makanan cepat saji. Menurutnya, kesadaran akan pola hidup sehat harus dimulai dari keluarga, terutama dari ibu hamil dan keluarga muda.
Lansia Sehat 77 Tahun Jadi Inspirasi Warga
Kegiatan Posyandu Bougenville di Pasir Garam itu turut dihadiri Asmana Arief, seorang lansia berusia 77 tahun. Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, Asmana dinyatakan dalam kondisi baik dan bugar.
Susanti menyebut kondisi Asmana bisa menjadi contoh nyata bahwa usia lanjut bukan halangan untuk tetap sehat. Ia meminta kader posyandu dan tenaga kesehatan terus aktif mengedukasi masyarakat, terutama soal pola makan dan aktivitas sehari-hari.
“Nah, ini patut menjadi contoh bagi kita semua. Di usia 77 tahun, beliau tetap sehat dan aktif,” tuturnya.
Edukasi Kesehatan untuk Ibu Hamil dan Keluarga Muda Jadi Prioritas
Susanti menekankan bahwa edukasi kesehatan tidak boleh berhenti pada pemeriksaan fisik semata. Pemahaman tentang pola hidup sehat sejak dini harus ditanamkan, terutama kepada ibu hamil dan keluarga muda yang rentan terhadap kebiasaan konsumsi makanan instan.
“Kita harus terus mengedukasi masyarakat agar lebih sadar menjaga kesehatan keluarga, terutama pola makan dan aktivitas sehari-hari,” katanya.
Kegiatan Posyandu Bougenville di Pasir Garam menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat harus berjalan berkelanjutan, tanpa memandang usia. Semangat hidup sehat, menurut Susanti, adalah investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama.