BELINYU — Sapi seberat satu ton yang akan dijadikan hewan kurban di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, lolos pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan DPKP Babel dan Dinpanpettan Bangka. Hewan ini menjadi salah satu sapi kurban terbesar yang diperiksa di wilayah tersebut pada tahun ini.
Tim pengawas melakukan serangkaian pengecekan fisik secara detail. Kondisi mata, gigi, kulit, hingga pergerakan tubuh sapi diperiksa untuk memastikan tidak ada cacat atau penyakit.
“Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan hewan kurban bebas dari penyakit menular dan memenuhi kriteria kesehatan syariat Islam,” ujar salah satu petugas lapangan. Kriteria utama meliputi kondisi kesehatan umum, tidak ada cacat fisik yang mengurangi kualitas daging, serta bebas dari penyakit zoonosis yang dapat menular ke manusia.
Pengawasan ketat terhadap hewan kurban merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga kesehatan masyarakat. Hewan yang tidak memenuhi standar berpotensi membahayakan konsumen, mulai dari kontaminasi bakteri hingga penyakit yang ditularkan melalui daging.
DPKP Babel menegaskan, seluruh hewan kurban yang akan disembelih di wilayah Kepulauan Bangka Belitung wajib melalui pemeriksaan kesehatan. Masyarakat yang hendak berkurban diminta memastikan hewan pilihannya telah mengantongi sertifikat kesehatan dari petugas berwenang.
Belinyu dikenal memiliki populasi ternak yang cukup besar di Kabupaten Bangka. Keberadaan sapi dengan bobot mencapai satu ton menunjukkan perkembangan sektor peternakan di daerah tersebut. Dengan lolosnya pemeriksaan, daging sapi ini siap didistribusikan kepada warga yang berhak menerimanya.
Kegiatan serupa juga dilakukan di berbagai wilayah Babel menjelang Idul Adha. Sebelumnya, PJS Babel menggelar penyembelihan hewan kurban berkat bantuan PT Timah, menunjukkan sinergi pemerintah dan swasta dalam mensukseskan ibadah kurban masyarakat.