RI dan Qatar Sepakati Latihan Militer Bersama, Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:32:32 WIB
Menteri Pertahanan RI dan Qatar menandatangani MoU kerja sama pertahanan di Jakarta.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Qatar, Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani, di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, kemarin. Pertemuan bilateral itu menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di bidang pertahanan.

Isi Kerja Sama: Dari Latihan Militer hingga Industri Pertahanan

MoU tersebut mencakup sejumlah agenda strategis. Salah satu yang paling konkret adalah rencana pelaksanaan latihan militer bersama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Qatar. Selain itu, kerja sama juga mencakup bidang pendidikan dan pelatihan personel, serta potensi pengembangan industri pertahanan kedua negara.

Kerja sama ini merupakan langkah lanjutan dari hubungan diplomatik yang telah terjalin lama antara Indonesia dan Qatar. Bagi Indonesia, memperkuat hubungan pertahanan dengan negara-negara Teluk menjadi bagian dari strategi diversifikasi mitra.

Pertemuan di Tengah Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Kunjungan Sheikh Saoud ke Jakarta terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Qatar, yang selama ini berperan sebagai mediator dalam sejumlah konflik regional, memiliki pengalaman luas dalam operasi penjaga perdamaian dan diplomasi pertahanan.

Bagi Indonesia, latihan bersama dengan Qatar dinilai dapat meningkatkan kapasitas interoperabilitas TNI, khususnya dalam misi-misi internasional. “Kerja sama ini adalah wujud komitmen kedua negara untuk menjaga stabilitas kawasan dan dunia,” kata Sjafrie dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Kementerian Pertahanan.

Tindak Lanjut: Tim Teknis Akan Segera Dibentuk

Kedua menteri sepakat untuk membentuk tim teknis guna merumuskan detail pelaksanaan latihan militer bersama. Tim ini akan membahas aspek operasional, termasuk jenis latihan, lokasi, dan jadwal pelaksanaan.

Nota kesepahaman ini berlaku untuk jangka waktu tertentu dan akan dievaluasi secara berkala. Langkah ini menandai fase baru dalam hubungan bilateral Indonesia-Qatar yang sebelumnya lebih banyak berfokus pada sektor energi dan ketenagakerjaan.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top