KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, resmi meluncurkan strategi pembangunan identitas "Gerbang Nusantara" sebagai upaya memperkuat daya saing daerah di tengah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah ini mencakup pengembangan pariwisata berbasis budaya, investasi, dan ekonomi kreatif yang ditargetkan berjalan dalam jangka pendek hingga berkelanjutan.
Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor menyatakan bahwa pembangunan identitas ini merupakan langkah strategis yang terintegrasi. "Pemerintah kabupaten mengatur langkah strategis membangun identitas yang kuat, inovatif dan berdaya saing," ujarnya di Penajam, Sabtu.
Prioritas pada Pariwisata, Investasi, dan Ekonomi Kreatif
Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara Ade Rianto menjelaskan, Gerbang Nusantara menitikberatkan pada tiga sektor utama: pariwisata, investasi, dan ekonomi kreatif. Rencana aksi jangka pendek yang telah disusun meliputi pengembangan desa wisata berbasis budaya, pembentukan kelembagaan desa wisata, serta pembangunan infrastruktur pendukung seperti homestay, galeri kerajinan, dan panggung seni budaya.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat promosi wisata melalui platform digital, menyusun kalender budaya tahunan, serta menggelar pelatihan bagi pemandu wisata lokal. "Gerbang Nusantara juga mencakup revitalisasi ruang publik sebagai bagian dari upaya membangun wajah kota yang lebih menarik, nyaman, representatif," kata Ade.
Membangun Sinergi Antar Pemangku Kepentingan
Bupati Mudyat Noor menekankan bahwa pengembangan identitas ini tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh pemangku kepentingan — mulai dari perangkat daerah, dunia usaha, hingga akademisi — diminta berkolaborasi dalam menyusun arah pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Identitas Gerbang Nusantara, menurutnya, dirancang berbasis potensi unggulan dan nilai-nilai lokal yang dimiliki kabupaten. Tujuannya memperkuat citra daerah, meningkatkan daya tarik investasi, serta memperluas peluang pembangunan ekonomi secara berkelanjutan seiring pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke IKN.
Revitalisasi Ruang Publik sebagai Wajah Baru Kota
Salah satu program konkret yang masuk dalam rencana aksi adalah revitalisasi ruang publik. Pemerintah kabupaten ingin menciptakan wajah kota yang lebih representatif dan nyaman bagi warga maupun pendatang. Langkah ini diharapkan menjadi pedoman dalam memperkuat identitas sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di tengah transformasi besar akibat kehadiran IKN.
Dengan populasi sekitar 180 ribu jiwa, Penajam Paser Utara kini berada di persimpangan perubahan besar. Sebagian wilayahnya menjadi lokasi utama pembangunan IKN, sehingga pemerintah daerah berupaya agar daerah ini tidak sekadar menjadi "pintu masuk" ibu kota baru, tetapi memiliki identitas dan daya saing sendiri sebagai Gerbang Nusantara.