3 Program Prioritas Pemkot Pangkalpinang untuk Perkuat Layanan Lansia, dari Home Care hingga Geriatri

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 14:51:01 WIB
Petugas kesehatan Pemkot Pangkalpinang memberikan layanan home care untuk lansia di rumah.

PANGKALPINANG — Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pangkalpinang, Agustu Efendi, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan lansia tidak lagi bersifat reaktif. Pemkot mendorong pendekatan preventif dan berkelanjutan agar para lansia tetap produktif dan mandiri.

Home Care: Jangkau Lansia di Rumah

Salah satu program unggulan adalah home care atau perawatan di rumah. Petugas kesehatan akan mendatangi langsung rumah-rumah lansia yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan. Layanan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga pemberian obat rutin.

“Program ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan transportasi anak sekolah, sekaligus membantu mengurangi beban orang tua,” ujar Agustu dalam sambutannya, menyampaikan salam serta permohonan maaf dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang tidak dapat hadir karena mengikuti agenda evaluasi kinerja perangkat daerah.

Posyandu Lansia dan Layanan Geriatri di RS

Selain home care, Pemkot Pangkalpinang juga memperkuat posyandu lansia di setiap kelurahan. Posyandu ini menjadi garda terdepan deteksi dini masalah kesehatan seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan mobilitas. Untuk kasus yang lebih kompleks, Pemkot menyediakan layanan geriatri di rumah sakit daerah.

Layanan geriatri merupakan layanan multidisiplin yang menangani pasien lansia secara holistik — mulai dari dokter spesialis penyakit dalam, gizi, hingga fisioterapi. Hal ini penting mengingat lansia kerap memiliki lebih dari satu penyakit kronis yang saling terkait.

Mengapa Program Ini Mendesak?

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah penduduk lansia di Indonesia terus meningkat. Di Pangkalpinang, tren serupa terjadi seiring membaiknya angka harapan hidup. Tanpa intervensi layanan yang terstruktur, beban kesehatan lansia bisa membebani keluarga dan sistem kesehatan kota.

Agustu menambahkan, Pemkot juga mendorong peran keluarga dan komunitas dalam merawat lansia di lingkungan masing-masing. “Bukan hanya urusan pemerintah, tapi gotong royong warga,” katanya.

Tindak Lanjut: Integrasi dengan Program Sosial

Ke depan, layanan lansia ini akan diintegrasikan dengan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Pemkot menargetkan setiap kelurahan memiliki minimal satu kader lansia terlatih pada akhir 2026. Kader ini bertugas menjembatani kebutuhan lansia dengan puskesmas dan rumah sakit rujukan.

Peringatan HLUN ke-30 di Pangkalpinang sendiri dihadiri ratusan lansia dari berbagai kecamatan. Acara diisi dengan senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian paket sembako.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: suarapos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top