BEI Bangka Belitung Gelar Workshop untuk Wartawan, Dorong Literasi Pasar Modal hingga ke Pelosok Desa

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 15:11:01 WIB
BEI Bangka Belitung menggelar workshop untuk wartawan guna memperluas literasi pasar modal hingga pelosok desa.

PANGKALPINANG — Sebanyak 124 ribu investor pasar modal tercatat di Bangka Belitung hingga pertengahan Juni 2026. Angka itu dinilai masih jauh dari potensi jika dibandingkan total penduduk provinsi yang dijuluki Negeri Serumpun Sebalai.

Kepala Perwakilan BEI Bangka Belitung, Fahmi Al Kahfi, menilai media punya peran krusial untuk memperluas jangkauan edukasi. “Melalui tulisan dan pemberitaan yang edukatif, pasar modal dapat semakin dikenal dan dipahami masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujarnya dalam sambutan yang dibacakan di hadapan puluhan wartawan.

Angka Investor Nasional Tembus 28,1 Juta

Secara nasional, jumlah investor pasar modal telah mencapai 28,1 juta orang hingga 17 Juni 2026. Sepanjang tahun ini, sebanyak 7,8 juta investor baru tercatat bergabung. Jumlah emiten yang tercatat di BEI pun menembus angka 957 perusahaan.

Fahmi menyebut pertumbuhan itu menunjukkan animo masyarakat terhadap investasi yang kian tinggi. Namun, di sisi lain, risiko investasi bodong juga mengintai jika literasi keuangan tidak dibarengi dengan informasi yang kredibel.

Mengapa Wartawan Perlu Melek Saham?

Dalam sambutan Pejabat Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik yang dibacakan Fahmi, ditegaskan bahwa media adalah mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan pasar modal. “Melalui berita yang akurat, aktual, dan mendidik, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik, mengambil keputusan investasi yang bijak, serta ikut mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa,” kata Fahmi mengutip sambutan tersebut.

Workshop wartawan daerah ini sudah menjadi agenda rutin BEI. Kolaborasi antara bursa saham dan insan pers dinilai penting untuk menghadirkan informasi yang tidak sekadar populer, tetapi juga terverifikasi.

Edukasi Jadi Kunci Investasi Inklusif

BEI mengajak seluruh pemangku kepentingan—pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan sekuritas, pelaku usaha, hingga media—untuk memperkuat sinergi. Tujuannya membangun ekosistem pasar modal yang sehat dan berkelanjutan.

Fahmi berharap, dengan pemahaman finansial yang lebih baik, wartawan bisa menjadi jembatan edukasi bagi masyarakat. Investasi yang cerdas, legal, dan produktif diharapkan tidak hanya dinikmati kalangan tertentu, tetapi menjangkau warga di tingkat kampung dan desa.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: okeyboz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top