Pemkab Bangka Tengah Genjot Padi Gogo di Enam Kecamatan, Target Lahan 118 Hektare untuk Ketahanan Pangan

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 16:19:01 WIB
Pemerintah Bangka Tengah mengembangkan padi gogo di lahan kering enam kecamatan untuk ketahanan pangan.

KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memulai program pengembangan padi gogo di lahan kering yang tersebar di enam kecamatan. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peralihan petani ke perkebunan sawit sekaligus memperkuat cadangan pangan daerah. Sejauh ini, penanaman sudah berjalan di lahan seluas 69 hektare di Kecamatan Sungaiselan.

Mengapa Padi Gogo Kembali Digalakkan?

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, Dian Akbarini, menjelaskan bahwa padi gogo merupakan tanaman tadah hujan yang cocok tumbuh di lahan kering tanpa irigasi. Komoditas ini sejak lama menjadi andalan para peladang berpindah di wilayah tersebut.

“Secara karakteristik, padi gogo ini merupakan komoditas pangan yang cocok tumbuh di lahan kering,” kata Dian di Koba, Selasa.

Namun, praktik perladangan tradisional mulai berkurang karena banyak petani beralih ke sektor perkebunan sawit. Kondisi inilah yang mendorong pemkab untuk kembali mendorong budidaya padi gogo di seluruh kecamatan.

Target Lahan dan Bantuan dari Pusat

DPKP Bangka Tengah menargetkan total lahan penanaman padi gogo seluas 118 hektare. Saat ini, realisasi baru mencapai 69 hektare yang berlokasi di Kecamatan Sungaiselan.

“Totalnya nanti 118 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan,” ujar Dian.

Program ini mendapat sokongan dari pemerintah pusat. Bantuan yang sudah diterima meliputi 34 ton benih padi gogo, serta pestisida dan herbisida untuk menunjang produktivitas.

Potensi di Lahan Nonproduktif

Menurut Dian, seluruh kecamatan di Bangka Tengah memiliki potensi pengembangan padi gogo karena kondisi geografisnya yang didominasi lahan kering. Program ini bertujuan memanfaatkan lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif agar bisa mendukung ketahanan pangan daerah.

“Melalui program ini kami ingin memastikan lahan-lahan nonproduktif dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Dampak bagi Petani dan Diversifikasi Pangan

Selain memperkuat ketersediaan pangan, pengembangan padi gogo diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah daerah juga mendorong diversifikasi pangan lokal sebagai langkah adaptasi terhadap perubahan pola tanam masyarakat.

DPKP setempat terus melakukan pendampingan teknis kepada petani, mulai dari tahap penanaman hingga panen, untuk memastikan hasil produksi sesuai target. Pendampingan ini menjadi kunci agar lahan kering di Bangka Tengah bisa menghasilkan pangan secara optimal.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top