KOBA — Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka Tengah, Ari Yanuar Prihatin, menyatakan bibit itu akan ditanam di lingkungan sekolah. Tanaman tersebut berfungsi ganda: penghijauan sekaligus media pembelajaran berbasis praktik bagi siswa.
“Kami mengapresiasi komitmen sekolah mengembangkan pendidikan yang memadukan kualitas akademik dengan kepedulian terhadap lingkungan,” kata Ari di Koba, Selasa.
Menurut dia, sekolah memegang peran strategis membangun karakter peserta didik melalui kepedulian lingkungan sejak usia dini. Penanaman pohon merupakan investasi jangka panjang yang meningkatkan kualitas udara dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Kepala SMP Taruna Sains Muhammadiyah Koba, Tita Septia Rahmawati, menyambut baik dukungan pemerintah itu. Ia menegaskan bantuan bibit memperkuat pelaksanaan program Islamic Green School, salah satu fokus utama pengembangan sekolah.
Bibit tidak sekadar dimanfaatkan untuk penghijauan, tetapi juga sebagai media pembelajaran. Sekolah mengintegrasikannya ke dalam program Sains Al-Qur'an, program unggulan yang mengajak siswa mengkaji ayat-ayat tentang tumbuhan, lingkungan, dan penciptaan alam semesta.
“Melalui kebun edukasi, siswa diharapkan memahami keterkaitan ilmu pengetahuan, nilai Al-Qur'an, dan pelestarian lingkungan secara nyata,” ujar Tita.
Materi pembelajaran diterapkan melalui observasi, perawatan tanaman, serta penelitian sederhana di lingkungan sekolah. Ari Yanuar Prihatin berharap seluruh bibit dirawat dengan baik sehingga tumbuh subur dan memberikan manfaat ekologis maupun edukatif.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. Sekolah berperan membangun karakter peserta didik melalui kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sekolah.