Mensos Gus Ipul Ungkap Peran Sutan Takdir Alisjahbana dalam Modernisasi Bahasa Indonesia, Dorong Pengusulan Pahlawan Nasional

Penulis: Alfian Batubara  •  Selasa, 30 Juni 2026 | 22:49:31 WIB
Mensos Gus Ipul menyoroti peran penting Sutan Takdir Alisjahbana dalam modernisasi bahasa Indonesia.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya peran Sutan Takdir Alisjahbana dalam proses modernisasi bahasa Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri seminar pengusulan gelar Pahlawan Nasional untuk sastrawan dan budayawan tersebut. Menurut Gus Ipul, bahasa Indonesia yang digunakan saat ini merupakan hasil dari kerja sistematis yang dirintis oleh Takdir bersama para pendahulu bangsa.

Dari Kongres Bahasa hingga Pembakuan Ejaan

Gus Ipul menjelaskan, Sutan Takdir Alisjahbana tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, tetapi juga sebagai arsitek kebahasaan yang meletakkan dasar-dasar bahasa Indonesia modern. Ia terlibat aktif dalam Kongres Bahasa Indonesia dan merumuskan ejaan yang disempurnakan. “Beliau adalah tokoh yang memastikan bahasa Indonesia tidak hanya menjadi alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga bahasa ilmu pengetahuan dan sastra,” ujar Gus Ipul dalam seminar tersebut, kemarin.

Peran Takdir dinilai krusial di masa transisi kemerdekaan, ketika Indonesia membutuhkan bahasa pemersatu yang mampu menjembatani ratusan suku dan dialek. Tanpa pembakuan dan modernisasi yang ia gagas, bahasa Indonesia mungkin tidak akan sekuat sekarang dalam menyerap istilah asing dan perkembangan teknologi. Inisiatif ini pula yang mendorong Kementerian Sosial untuk mengusulkannya sebagai pahlawan nasional.

Alasan Pengusulan dan Kriteria Pahlawan Nasional

Pengusulan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional didasarkan pada kontribusinya yang lintas sektor, tidak terbatas pada sastra. Pemerintah menilai jasanya dalam membangun identitas kebangsaan melalui bahasa sejajar dengan perjuangan fisik para pahlawan lainnya. “Pengusulan ini sudah melalui kajian akademik dan historis,” tegas Gus Ipul.

Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian verifikasi yang harus dilalui sebelum nama Takdir diajukan ke Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Proses ini membutuhkan dukungan data sejarah, testimoni akademisi, serta bukti konkret pengaruh pemikiran Takdir terhadap kehidupan berbangsa. Kementerian Sosial optimistis usulan ini akan diterima, mengingat jejak intelektual Takdir yang telah diakui secara internasional.

Warisan yang Hidup dalam Keseharian Bangsa

Warisan Sutan Takdir Alisjahbana, menurut Gus Ipul, bukanlah benda mati di museum, melainkan sesuatu yang hidup dan dipakai setiap hari oleh 270 juta penduduk Indonesia. Bahasa Indonesia yang dinamis, mampu menyerap kosakata baru dari berbagai bidang, adalah bukti nyata dari fondasi yang ia bangun. “Ini adalah pahlawan yang karyanya kita ucapkan setiap detik,” kata Gus Ipul.

Jika disetujui, Sutan Takdir Alisjahbana akan menjadi salah satu dari segelintir budayawan dan sastrawan yang mendapat gelar Pahlawan Nasional. Keputusan akhir berada di tangan Presiden setelah melalui rekomendasi dari Dewan Gelar. Publik dan pegiat sastra kini menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah pusat.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top