Dekranasda Babel Gaungkan Gerakan Bangga Pakai dan Beli Batik Khas Daerah, Bantu Perajin Kembangkan Usaha

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 12:15:01 WIB
Ketua Dekranasda Babel, Noni Hidayat Arsani, kunjungi sentra batik khas Belitung untuk dorong pengembangan usaha perajin lokal.

BELITUNG — Ketua Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, melakukan kunjungan ke dua sentra batik khas Belitung, yakni Kelekak Batik dan Bepulin Batik di Kabupaten Belitung, Rabu. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk terus mendorong para perajin lokal agar semakin berkembang.

Motif Khas Belitung: Dari Ikan Kepitek hingga Mercusuar Lengkuas

Dalam kunjungannya, Noni mengaku terpesona melihat kekayaan motif yang diangkat para perajin. Motif-motif tersebut menonjolkan identitas wastra Belitung, mulai dari ikan kepitek, Mercusuar Lengkuas, daun simpur, mentilin, buah karamunting, hingga kembang ketuyut. Semua motif terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya setempat.

"Batik Belitung memiliki karakter yang kuat karena setiap motif memiliki cerita dan identitas daerah. Potensi seperti ini harus terus kita dorong agar semakin dikenal masyarakat luas," ujar Noni.

Tak Hanya Batik Tulis, Ecoprint Jadi Andalan Baru

Kedua rumah produksi batik tersebut tak hanya menghadirkan batik tulis. Mereka juga mengembangkan batik cap, batik printing, serta karya ecoprint yang semakin memperkaya ragam wastra khas Belitung. Inovasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta kain tradisional.

Sementara itu, Owner Bepulin Batik Belitung, Nurul Zuryati, mengatakan proses produksi batiknya melibatkan warga sekitar. Usahanya juga membuka ruang belajar bagi pelajar yang berminat pada bidang desain dan tata busana.

"Membatik tidak hanya menjadi produk ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi media pemberdayaan masyarakat dan regenerasi perajin," kata Nurul.

Pewarna Alami dari Daun Mangga hingga Biji Alpukat

Nurul menyatakan, Bepulin Batik telah mengembangkan pewarna alami dari berbagai tanaman di sekitar, seperti daun mangga, daun bakau, daun jambu biji, kulit manggis, biji alpukat, dan daun jati. Inovasi ini menghadirkan warna-warna khas sekaligus menjadi bagian dari komitmen menghadirkan produk ramah lingkungan.

Pemprov Babel Siapkan Pendampingan dan Kolaborasi dengan Bank Indonesia

Noni menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel melalui perangkat daerah terkait akan terus memberikan pendampingan kepada para perajin. Bentuk dukungannya meliputi fasilitasi bantuan pendanaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga keikutsertaan dalam berbagai pameran dan expo.

Selain itu, Dekranasda Kepulauan Babel juga akan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai instansi vertikal seperti Bank Indonesia, PLN, dan PT Timah. Program pembinaan UMKM yang dimiliki masing-masing instansi diharapkan bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi perajin untuk memperluas pasar.

"Mari kita bangga memakai dan membeli batik karya daerah sendiri. Dengan membeli produk para perajin lokal, kita ikut menjaga warisan budaya sekaligus membantu mereka untuk terus berkarya dan berkembang," ajak Noni.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top