Alibaba Larang Karyawan Pakai Claude Code, Ganti dengan AI Buatan Sendiri

Penulis: Jonatan Nasution  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 10:24:01 WIB
Alibaba melarang karyawan menggunakan Claude Code dan menggantinya dengan Qoder, alat AI buatan sendiri.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kebijakan ini pertama kali beredar di forum Reddit dan kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah laporan. Alibaba memerintahkan seluruh karyawan untuk berhenti menggunakan Claude Code, sebuah alat pemrograman berbasis kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Anthropic, perusahaan rintisan AI asal Amerika Serikat.

Alasan Keamanan di Balik Larangan

Alibaba menyebut Claude Code sebagai "perangkat lunak berisiko tinggi". Klasifikasi ini muncul setelah Anthropic diketahui memiliki mekanisme yang bisa mengidentifikasi pengguna asal China secara diam-diam. Mekanisme itu, menurut Thariq Shihipar dari Anthropic, merupakan eksperimen yang diluncurkan pada Maret lalu.

“Eksperimen itu bertujuan mencegah penyalahgunaan akun oleh reseller tidak sah dan melindungi dari distilasi,” jelas Shihipar dalam unggahan di X. Distilasi adalah praktik melatih model AI baru dengan memanfaatkan keluaran dari model AI lain, yang kerap dianggap sebagai pelanggaran hak kekayaan intelektual.

Anthropic Sudah Tutup Celah Akses China

Sebelum larangan ini, Anthropic sebenarnya sudah melarang perusahaan China dan entitas asing yang dimiliki oleh perusahaan China untuk menggunakan model-model buatannya. Namun, celah akses ilegal masih banyak ditemukan. Shihipar menambahkan bahwa timnya telah menerapkan mitigasi yang lebih kuat dan berencana menonaktifkan eksperimen identifikasi tersebut sejak lama.

“Kami sudah berniat menonaktifkannya sejak beberapa waktu lalu,” tambahnya.

Alternatif Buatan Sendiri: Qoder

Alih-alih bergantung pada alat pihak ketiga, Alibaba mendorong karyawannya untuk beralih ke Qoder, alat pemrograman berbasis AI yang dikembangkan secara internal oleh perusahaan. Langkah ini sejalan dengan tren perusahaan teknologi China yang semakin mengandalkan solusi buatan sendiri di tengah ketegangan geopolitik dan pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat.

Dampak bagi Pengembang dan Industri AI

Larangan ini menandai babak baru dalam perang teknologi antara AS dan China, khususnya di sektor kecerdasan buatan. Bagi pengembang perangkat lunak di China, keputusan Alibaba bisa menjadi preseden bagi perusahaan teknologi besar lainnya untuk mengikuti jejak serupa. Sementara itu, Anthropic terus memperketat pengawasan terhadap distribusi modelnya untuk mencegah akses dari wilayah yang dilarang.

Belum ada pernyataan resmi dari Alibaba mengenai apakah larangan ini bersifat permanen atau akan dievaluasi kembali di masa mendatang.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top