KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Material sisa yang dimaksud mencakup tailing, overburden, dan slag hasil pengolahan mineral. Melalui skema reuse dan recycling, MIND ID mengubah material tersebut menjadi berbagai produk konstruksi dan infrastruktur. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga menekan biaya pengadaan material baru di lingkungan operasional perusahaan.
“Kami menargetkan tidak ada lagi material sisa yang terbuang sia-sia pada 2030. Setiap residu produksi harus memiliki nilai guna, baik untuk internal maupun eksternal,” ujar Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, dalam keterangan resmi, Senin (15/4).
Selama ini, limbah tambang kerap dipandang sebagai beban lingkungan. MIND ID membalik logika tersebut dengan menjadikan material sisa sebagai sumber daya sekunder. Contoh konkretnya, slag dari smelter tembaga diolah menjadi abrasive blasting dan bahan campuran aspal. Sementara itu, overburden dari tambang batu bara dimanfaatkan untuk reklamasi lahan dan pembuatan briket.
Angka 1 juta ton yang berhasil diolah setara dengan 40 persen dari total material sisa yang dihasilkan anggota holding sepanjang tahun buku 2024. Perusahaan-perusahaan di bawah MIND ID, seperti PT Aneka Tambang Tbk (Antam), PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, dan PT Timah Tbk, menjadi motor utama pencapaian ini.
Dari sisi lingkungan, program ini berhasil mengurangi luasan area disposal hingga 15 hektar per tahun. Lebih dari itu, penghematan biaya pengelolaan limbah mencapai Rp 120 miliar. “Kami tidak hanya bicara soal kepatuhan regulasi, tetapi juga efisiensi. Ekonomi sirkular ini membuat biaya operasi lebih rendah dan risiko lingkungan lebih terkendali,” tambah Hendi.
Ke depan, MIND ID akan memperluas kerja sama dengan perusahaan semen dan konstruksi untuk menyerap material daur ulang dalam skala industri. Holding BUMN tambang itu juga tengah mengkaji insentif bagi anggota grup yang berhasil menekan rasio limbah ke disposal.
Langkah MIND ID ini sejalan dengan target pemerintah yang mendorong industri nasional mengadopsi model bisnis rendah karbon. Jika konsisten, holding tambang pelat merah ini berpotensi menjadi pionir ekonomi sirkular di sektor pertambangan Asia Tenggara.