PANGKALPINANG — Kolaborasi antara BUMN dan pemerintah daerah kembali digaungkan untuk mengangkat produk khas Bangka Belitung. Tenun cual, wastra yang sarat makna budaya dan nilai seni tinggi, akan menjadi primadona di Pameran Kriya dan Wastra Dekranas yang digelar pada 9 hingga 12 Juli 2026 di Trans Studio Mall Makassar.
Mengapa Tenun Cual Jadi Andalan di Ajang Nasional?
Kain cual dipilih bukan tanpa alasan. Selain telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda, motifnya yang khas dan filosofis dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar nasional maupun internasional. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Babel, Subekti Saputra, menegaskan bahwa ajang ini menjadi momentum strategis.
"Ini langkah penting untuk memperluas promosi untuk meningkatkan pemasaran produk kriya dan wastra daerah ini," kata Subekti di Pangkalpinang, Rabu.
Sinergi Tiga Pilar: Pemda, BUMN, dan Perajin
Subekti yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Dekranasda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menekankan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha seperti PT Timah, dan pelaku UMKM menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing.
"Selama ini kami telah banyak berkolaborasi dalam berbagai pameran maupun kegiatan pembinaan. Sinergi seperti ini diharapkan terus berlanjut agar produk unggulan Bangka Belitung semakin dikenal di tingkat nasional bahkan internasional," ujarnya.
PT Timah selama ini dikenal aktif dalam program pemberdayaan UMKM di wilayah operasinya, dan dukungan untuk promosi tenun cual menjadi salah satu wujud nyata kontribusi BUMN terhadap pelestarian budaya lokal.
Jadwal dan Target di Pameran Dekranas 2026
Pameran Kriya dan Wastra Dekranas tahun ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas. Acara puncak dijadwalkan berlangsung pada 10 Juli 2026 dan akan dibuka oleh Ketua Umum Dekranas sekaligus Istri Wakil Presiden RI, Selvi Ananda, bersama jajaran pengurus Dekranas Pusat.
Partisipasi ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para perajin tenun cual di Bangka Belitung. Dengan dukungan pemasaran yang lebih masif, produk khas daerah ini diharapkan mampu menembus pasar yang lebih kompetitif.