KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Harga iPhone 17, iPhone 17 Pro, dan iPhone 17 Pro Max di Indonesia kini lebih mahal dibandingkan saat pertama kali meluncur pada Oktober 2025. Berdasarkan pantauan di distributor resmi Apple, iBox dan Digimap, kenaikan berkisar antara Rp750 ribu hingga Rp1,25 juta tergantung varian dan kapasitas penyimpanan.
Kenaikan tertinggi sebesar Rp1,25 juta terjadi di seluruh varian iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max. Sementara itu, iPhone 17 standar naik Rp750 ribu untuk opsi 256GB dan 512GB.
Menariknya, kenaikan ini tidak terkait langsung dengan biaya komponen produksi yang dikeluhkan CEO Apple, Tim Cook. Sebelumnya, pada akhir Juni, Apple justru mengumumkan bahwa lini iPhone tidak terdampak kenaikan harga akibat lonjakan biaya produksi—kenaikan saat itu hanya berlaku untuk Mac dan iPad.
Namun, kondisi di Indonesia berbeda. Farah Fausa Winarsih, GM Marketing Apple di PT MAP Zona Adi Perkasa, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor eksternal yang tak bisa dikendalikan distributor. "Kenaikan dolar (terhadap rupiah) itu kan adalah sesuatu yang enggak bisa kita kontrol. Maksudnya itu udah out of our hands lah gitu. Udah pasti akan ada efek ke dalam pricing-nya kita," ujarnya saat perilisan Macbook Neo di Indonesia, Jumat (22/5).
Kenaikan Rp1,25 juta untuk varian Pro dan Pro Max jelas memberatkan, terutama bagi pengguna yang menargetkan model dengan kapasitas 1TB atau 2TB. Selisih harga antara harga rilis dan harga sekarang sudah setara dengan biaya aksesori orisinal seperti AirPods atau Apple Watch SE.
Bagi calon pembeli iPhone 17 standar, kenaikan Rp750 ribu mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, keputusan menunda pembelian hingga nilai tukar rupiah kembali menguat bisa menjadi strategi yang lebih bijak—meski tidak ada jaminan kapan hal itu akan terjadi.
Jika kamu sudah membutuhkan perangkat baru dan tidak ingin keburu kehabisan stok, harga saat ini adalah harga yang harus diterima. Namun, jika kamu bisa menunggu, memantau pergerakan kurs rupiah dan promo dari e-commerce atau distributor resmi saat Harbolnas bisa menjadi celah untuk mendapatkan harga lebih rendah. Sayangnya, belum ada indikasi kapan harga akan kembali ke posisi rilis.