Bangka Selatan Targetkan 11 Pabrik CPO Beroperasi pada 2027, Investasi Rp1,4 Triliun Serap Ratusan Tenaga Kerja

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Senin, 20 Juli 2026 | 19:31:31 WIB
Pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit baru di Bangka Selatan ditargetkan selesai pada 2027 dengan total investasi mencapai Rp1,4 triliun.

TOBOALI — Enam pabrik pengolahan kelapa sawit baru tengah dalam tahap pembangunan di Kabupaten Bangka Selatan. Jika rampung sesuai jadwal pada 2027, total unit pengolahan CPO di daerah itu akan bertambah menjadi 11 pabrik.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangka Selatan, Kartikasari, mengatakan salah satu investasi terbaru berasal dari PT Perkasa Mitra Jaya Abadi. Perusahaan itu akan membangun pabrik di Desa Airbara, Kecamatan Airgegas, dengan nilai investasi mencapai Rp123 miliar.

Progres Pembangunan dan Izin Lingkungan

Kartikasari menjelaskan, PT Perkasa Mitra Jaya Abadi saat ini telah menyelesaikan sejumlah tahapan awal. Perusahaan telah melakukan pembebasan lahan, menjalin nota kesepahaman dengan masyarakat, dan mengantongi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR).

“Saat ini perusahaan tengah menyelesaikan dokumen lingkungan sebagai salah satu persyaratan pembangunan,” kata Kartikasari, Senin (21/7/2026).

Setelah dokumen lingkungan rampung, perusahaan akan mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebelum memulai konstruksi fisik. Pemkab Basel menargetkan pembangunan pabrik tersebut selesai pada 2027.

Lima Perusahaan Lain Ikut Bangun Pabrik Baru

Selain PT Perkasa Mitra Jaya Abadi, terdapat lima perusahaan lain yang juga membangun pabrik pengolahan sawit di berbagai wilayah Bangka Selatan. Kelima perusahaan tersebut meliputi PT Bangka Palma Persada di Desa Ranggung, PT Bangka Sawit Makmur di Desa Bencah, PT Bumi Rahman Persada di Desa Delas, PT Bukit Palma Prima di Desa Nangka, serta PT Sawit Malik Makmur di Desa Malik.

Saat ini, lima pabrik telah lebih dahulu beroperasi, yakni PT Bumi Sawit Sukses Pratama (BSSP), PT Tama Buana Jaya (TBJ), PT Mentari Sawit Makmur, PT Bangka Agro Plantari (BAP), dan PT Bhumi Palmindo Kencana.

Dampak bagi Petani dan Perekonomian Daerah

Kartikasari menuturkan, bertambahnya jumlah pabrik akan menciptakan persaingan sehat dalam pembelian tandan buah segar (TBS) milik petani. Kondisi itu diharapkan mampu mendorong kenaikan harga sawit sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mayoritas menggantungkan penghasilan dari sektor perkebunan.

“Setiap pabrik pengolahan sawit rata-rata mampu menyerap lebih dari 80 tenaga kerja, dengan mayoritas berasal dari masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Dari sisi pendapatan daerah, investasi industri sawit diproyeksikan meningkatkan PAD melalui sektor perizinan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta berbagai aktivitas ekonomi turunan lainnya. Saat ini, Bangka Selatan tercatat memiliki 23 perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: cerapan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top