JAKARTA — Perhimpunan Bank Nasional (PERBANAS) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) sepakat memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memberantas kejahatan keuangan digital. Kesepakatan itu mengemuka dalam OJK Banking Forum 2026 bertema “Penguatan Tata Kelola Teknologi Informasi Perbankan serta Peningkatan Upaya Pemberantasan Kejahatan Keuangan dan Perjudian Online di Era Digital” yang berlangsung di Kantor OJK, Jakarta, Selasa (15/7).
Forum tersebut dihadiri Ketua Umum PERBANAS sekaligus Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Hadir pula para pemangku kepentingan dari sektor jasa keuangan.
Hery Gunardi menegaskan bahwa industri perbankan, termasuk BRI, mendukung penuh langkah pemerintah dan regulator dalam menekan maraknya judi online serta kejahatan keuangan digital. Menurutnya, koordinasi yang erat antara regulator, pemerintah, dan industri perbankan menjadi faktor kunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
“Industri perbankan, termasuk BRI mendukung penuh upaya pemberantasan judi online dan kejahatan keuangan lainnya. Kami telah melakukan koordinasi secara intensif bersama regulator untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan,” ujar Hery dalam forum tersebut.
Di sisi internal, perbankan terus meningkatkan pengawasan terhadap transaksi mencurigakan melalui penguatan sistem deteksi fraud atau Fraud Detection System (FDS). Hery menjelaskan bahwa sistem ini mampu mendeteksi pola anomali pada transaksi maupun rekening nasabah.
“Rekening yang terindikasi digunakan untuk aktivitas ilegal akan segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Selain penguatan sistem, edukasi kepada masyarakat juga menjadi fokus utama. Hery menuturkan bahwa pemberantasan judi online tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, regulator, aparat penegak hukum, industri perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sebab, kejahatan digital tidak hanya menimbulkan kerugian finansial. Dampaknya juga meluas ke kesehatan mental, ketahanan keluarga, hingga kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Forum ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem keuangan digital yang aman dan berintegritas. Langkah konkret seperti penguatan FDS dan koordinasi lintas sektor diharapkan mampu menekan angka kejahatan keuangan digital di Indonesia.