KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Aditif asal Indonesia, Tukang Solar, baru saja menyelesaikan uji performa di Thailand dengan menggandeng dua nama besar: TOM'S Racing Thailand dan KNT Motorsport. Produk yang diuji adalah kombinasi Aditif Oli dan Aditif Bensin pada mesin bensin Toyota FJ Cruiser generasi terbaru — model yang bahkan belum masuk pasar Indonesia.
Pengujian menggunakan mesin Dynojet Research milik KNT Motorsport. Hasilnya tercatat cukup signifikan untuk sebuah aditif: tenaga naik 5,01 HP dan torsi bertambah 16,90 Nm. Angka ini diambil dari perbandingan sebelum dan sesudah pemakaian produk.
Yang menarik, proses pengujian diawasi langsung oleh Jono Lester, pembalap profesional kelas GT3 internasional. Kehadirannya sebagai pengawas independen membuat hasil ini lebih berbobot dibanding sekadar klaim pabrikan di atas kertas.
Thailand dipilih karena ekosistem motorsport-nya yang matang di Asia Tenggara. TOM'S Racing Thailand Corporate menyediakan unit FJ Cruiser sekaligus menangani sisi teknis pengujian. Ini langkah cerdas untuk membangun kredibilitas, tapi juga menimbulkan pertanyaan: apakah hasil serupa bisa direproduksi di Indonesia dengan bahan bakar dan kondisi jalan lokal?
Belum ada informasi apakah Tukang Solar berencana melakukan uji serupa di dalam negeri. Untuk konsumen Indonesia, ini catatan penting — performa aditif bisa berbeda tergantung kualitas BBM dan iklim tropis.
Tukang Solar tidak menguji produknya secara terpisah. Mereka memakai kombinasi dua produk sekaligus pada mesin bensin FJ Cruiser. Artinya, kenaikan 5,01 HP dan 16,90 Nm adalah hasil sinergi keduanya, bukan efek masing-masing produk secara individu.
Meski angka dynotest terlihat menjanjikan, ada beberapa catatan kritis. Pertama, unit uji adalah FJ Cruiser terbaru yang belum beredar di Indonesia — performa pada mesin yang sudah berusia atau berbeda spesifikasi bisa berbeda. Kedua, pengujian dilakukan di Thailand dengan kondisi bahan bakar dan suhu yang mungkin tidak identik dengan Indonesia.
Ketiga, belum ada data jangka panjang soal efek aditif ini terhadap durabilitas mesin. Kenaikan tenaga 5 HP memang menarik, tapi apakah gesekan internal berkurang secara konsisten setelah ribuan kilometer? Ini pertanyaan yang belum terjawab dari pengujian satu kali ini.
Hasil uji Tukang Solar di Thailand patut diapresiasi karena melibatkan pihak ketiga kredibel seperti Jono Lester dan TOM'S Racing. Namun, untuk konsumen Indonesia yang akan mengeluarkan uang puluhan juta untuk aditif, disarankan menunggu uji coba lokal atau testimoni pemakaian jangka panjang.
Aditif ini cocok untuk: pemilik mobil bensin yang ingin mencoba peningkatan performa ringan dan tidak keberatan dengan harga premium produk lokal. Kurang cocok untuk: mereka yang menginginkan data durabilitas jangka panjang atau garansi performa di kondisi jalan Indonesia.