PANGKALPINANG — Keberanian melihat peluang menjadi kunci sukses CV Swakarya Jaya Furniture, usaha mebel asal Sukoharjo yang kini mampu menjangkau pembeli di luar negeri. Pemilik usaha, Febrina Lossu, mengaku memulai semuanya dari keterbatasan total, tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai.
Febrina mengawali usahanya dengan mempelajari industri kayu dan seluk-beluk perdagangan internasional secara mandiri. Ia melihat potensi besar pada produk mebel Indonesia untuk pasar global, meski saat itu ia tidak memiliki tempat kerja sendiri.
“Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang,” ujar Febrina.
Program pelatihan ekspor dari BRI Peduli menjadi titik balik bagi usaha Febrina. Melalui pelatihan tersebut, ia mendapatkan pengetahuan teknis tentang prosedur ekspor, standar kualitas produk internasional, serta strategi menjangkau pembeli luar negeri.
“Kendala utama kami terletak pada keterbatasan modal, karena saya tidak memulai usaha dengan modal. Tanpa punya tempat kerja, semua dimulai dari nol. Untuk saat ini kendala utamanya adalah mencari buyer,” tuturnya.
Setelah berhasil memulai produksi dan menembus pasar ekspor, Febrina kini menghadapi tantangan baru. Ia harus terus memperluas jaringan dan menemukan buyer baru agar produknya bisa menjangkau lebih banyak negara.
Proses panjang dari nol hingga tembus pasar global ini menjadi bukti bahwa keterbatasan modal tidak menghalangi usaha untuk berkembang. Dukungan pelatihan dari lembaga keuangan seperti BRI Peduli dinilai berperan penting dalam membuka akses informasi dan jaringan bagi pelaku UMKM di daerah.
Kisah Febrina dan CV Swakarya Jaya Furniture menjadi contoh bagaimana UMKM mebel Indonesia mampu bersaing di pasar internasional. Dengan pelatihan yang tepat dan keberanian mengambil risiko, pelaku usaha kecil bisa melompat dari pasar lokal ke global.
BRI Peduli sendiri merupakan program tanggung jawab sosial perusahaan yang fokus pada pemberdayaan UMKM, termasuk melalui pelatihan ekspor dan akses permodalan. Program ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak pengusaha lokal yang mampu menembus pasar dunia.