PANGKALPINANG — Angka stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih menyentuh 20,1 persen. Artinya, dari setiap 100 ibu yang melahirkan, 20 bayi mengalami stunting. BKKBN Perwakilan Babel pun menggenjot rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai salah satu kunci penurunan angka tersebut, dengan target 486 unit rumah sehat sepanjang 2026.
Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Babel Fazar Supriadi Sentosa menegaskan, stunting tidak semata-mata akibat masalah asupan gizi. Kondisi tempat tinggal yang tidak sehat, terutama ketersediaan jamban layak dan air bersih, sangat memengaruhi tumbuh kembang balita.
"Meski anak-anak ini diberikan makanan bergizi, tetapi kondisi rumah, jamban dan air bersih tidak layak tetap saja akan mengakibatkan balita di keluarga tersebut mengalami stunting," ujarnya di Pangkalpinang, Sabtu.
BKKBN Babel menetapkan target 486 rumah bagi keluarga berisiko stunting sepanjang tahun 2026. Namun, realisasi hingga saat ini baru mencapai 52 persen dari total sasaran.
"Saat ini realisasi bantuan rehab rumah tidak layak huni sudah mencapai 52 persen dari target 486 rumah keluarga berisiko stunting tahun ini," kata Fazar.
Program ini menyasar rumah-rumah dengan kondisi lantai, dinding, atap, serta fasilitas sanitasi yang tidak memenuhi standar kesehatan. Setiap unit yang direhab diupayakan menjadi rumah sehat layak huni.
Untuk merealisasikan target tersebut, BKKBN Babel menggandeng pemerintah daerah, perusahaan BUMN, dan swasta. Sinergi ini dinilai penting mengingat keterbatasan anggaran dan cakupan wilayah yang luas di Kepulauan Babel.
"Stunting ini bukan karena faktor makanan saja, tetapi kondisi tempat tinggal atau rumah yang tidak sehat juga sangat mempengaruhi," ujar Fazar menambahkan.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini berada di peringkat ke-12 nasional dalam realisasi rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting. Kepala BKKBN menyatakan optimistis target 486 rumah dapat diraih hingga akhir tahun.
"Saat ini, kita sudah diperingkat 12 nasional dalam merealisasikan rumah layak huni bagi keluarga berisiko stunting ini dan kami optimis target tahun ini tercapai dengan baik," pungkasnya.