BANGKA TENGAH — Kepala Bagian Perencanaan dan Keuangan Setda Pemkab Bangka Tengah, Dimas Arya Nugroho, mengatakan pendekatan ini menjadi instrumen untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah. “Prinsip yang kami jalankan adalah memastikan anggaran digunakan untuk program-program prioritas yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Selain mengedepankan penguatan kebijakan penganggaran, Setda Bangka Tengah juga mengembangkan digitalisasi sistem pengelolaan keuangan. Menurut Dimas, pemanfaatan teknologi informasi mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran.
“Kami yakin dan percaya jika pemanfaatan teknologi informasi, dinilai mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, serta memperkuat akuntabilitas dalam setiap tahapan pengelolaan anggaran,” terangnya.
Dimas mengungkapkan penguatan pengendalian internal dan kepatuhan terhadap standar akuntansi pemerintahan terus dilakukan untuk menjaga kualitas tata kelola keuangan daerah. Upaya tersebut, kata dia, harus dibarengi dengan berbagai inovasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar aparatur mampu mengikuti perkembangan regulasi dan teknologi.
“Tentunya upaya tersebut harus dibarengi dengan berbagai inovasi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar aparatur mampu mengikuti perkembangan regulasi dan teknologi,” ungkapnya.
Dimas menambahkan, inovasi lainnya dapat dilakukan melalui integrasi sistem keuangan, percepatan realisasi anggaran, hingga pembenahan administrasi. Langkah ini bertujuan meminimalkan potensi temuan dalam proses pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Kabag Perencanaan dan Keuangan Setda Bangka Tengah itu berharap, seluruh pembenahan tersebut mampu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.