KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Timor Leste sudah menjalani dua pertandingan di Piala AFF 2026. Hasilnya, tim asuhan Ze Pedro itu menelan kekalahan telak dari Vietnam (0-7) dan Singapura (0-2). Dari dua laga tersebut, pola kebobolan mereka cukup jelas: rapuh di penghujung babak pertama.
Data menunjukkan Timor Leste hanya kebobolan satu gol pada 15 menit pertama. Namun, angka itu melonjak drastis menjadi lima gol pada rentang menit ke-31 hingga 45. Artinya, hampir 56 persen dari total kebobolan mereka terjadi di fase krusial jelang turun minum.
Di babak kedua, distribusi kebobolan lebih merata. Masing-masing satu gol terjadi pada interval menit 46–60, 61–75, dan 76–90. Total tiga gol bersarang di paruh kedua.
Kebalikan dari Timor Leste, skuad Garuda justru gemar mencetak gol di babak pertama. Di bawah asuhan John Herdman, Indonesia sudah membukukan 13 gol dalam lima pertandingan. Delapan di antaranya lahir sebelum jeda, sementara lima gol sisanya tercipta di babak kedua.
Media Vietnam, The Thao 247, bahkan menjagokan Indonesia akan memetik kemenangan dengan selisih enam sampai tujuh gol atas Timor Leste. Prediksi itu tentu bukan tanpa dasar, melihat tren kebobolan cepat lawan dan ketajaman Indonesia di awal laga.
Pola kebobolan di menit-menit akhir babak pertama mengindikasikan masalah konsentrasi atau penurunan fisik pemain Timor Leste. Jika tidak diperbaiki, celah ini akan menjadi sasaran empuk Indonesia yang memiliki pengalaman dan kualitas skuad lebih baik di turnamen ini.
Laga Timor Leste vs Indonesia akan menjadi ujian berat bagi Ze Pedro untuk membuktikan timnya bisa belajar dari kesalahan. Sementara bagi John Herdman, ini adalah peluang untuk melanjutkan tren positif dan memastikan posisi di papan atas klasemen grup.