TOBOALI — Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan kembali mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk Program Seragam Sekolah Gratis (Sergam) pada tahun 2026. Program yang telah memasuki tahun keenam ini menyasar 7.100 siswa baru jenjang SD dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Program Sergam pertama kali diluncurkan pada 2021. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bangka Selatan, Anshari, menyebut kebijakan ini terus dipertahankan sebagai program prioritas di bidang pendidikan.
Dari total 7.100 penerima, sebanyak 3.900 siswa berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 3.200 siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tidak hanya seragam, siswa juga mendapatkan tas, perlengkapan alat tulis, ikat pinggang, dan kaos kaki.
“Terdapat 7.100 siswa dari SD hingga SMP yang mendapatkan sergam ini, dengan rincian SD 3.900 siswa dan SMP 3.200 siswa,” ujar Anshari, Kamis (30/07).
Menurut Anshari, sekolah swasta di Bangka Selatan juga mendapatkan bantuan seragam lengkap. Hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan antara sekolah negeri dan swasta dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar siswa baru.
“Sejak pertama kali diluncurkan, program ini terus dipertahankan sebagai salah satu program prioritas di bidang pendidikan,” jelasnya.
Saat ini, bantuan Sergam masih dalam proses pengadaan. Pihak Dindikbud menyatakan bahwa begitu barang tiba, akan langsung dibagikan kepada para siswa oleh sekolah masing-masing sesuai dengan data penerima.
Pada 2024, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar untuk program serupa. Meski anggaran 2026 sedikit lebih rendah, jumlah penerima tetap signifikan, menunjukkan komitmen daerah terhadap sektor pendidikan di tengah keterbatasan fiskal.