KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam untuk cetakan 0,5 gram dibanderol Rp1.351.000. Adapun untuk ukuran yang lebih besar, pecahan 5 gram dan 10 gram masing-masing dijual di harga Rp12.790.000 dan Rp25.525.000. Seluruh harga tersebut belum termasuk pengenaan Pajak Penghasilan (PPh) yang berlaku untuk transaksi logam mulia.
Bagi investor yang tengah mempertimbangkan akumulasi emas batangan berukuran besar, Logam Mulia menawarkan beberapa pilihan. Pecahan 50 gram dipatok di level Rp127.295.000, sementara ukuran 100 gram mencapai Rp254.512.000. Untuk kelas institusional, emas batangan 500 gram dan 1 kilogram masing-masing dibanderol Rp1.271.820.000 dan Rp2.543.600.000.
Perlu dicatat, skema investasi ini tidak hanya soal membeli. Ketika ingin mencairkan aset, Antam membeli kembali emas tersebut dengan selisih sekitar Rp235.000 per gram dari harga jual. Spread yang lebar ini merupakan komponen biaya yang lazim dalam perdagangan emas batangan, selain potongan pajak yang diatur regulasi.
Setiap transaksi jual beli emas Antam, baik pembelian maupun penjualan kembali, tetap terikat pada ketentuan perpajakan yang berlaku. Sesuai aturan yang mengatur komoditas logam mulia, pembeli dan penjual akan dikenakan PPh sesuai dengan besaran yang ditetapkan pemerintah. Artinya, nilai investasi yang direalisasikan investor akan sedikit berbeda dari angka patokan yang tertera di situs resmi.
Stabilnya harga emas Antam pada akhir pekan ini mengindikasikan pasar sedang dalam fase wait and see. Para pelaku pasar tampaknya menahan diri untuk mengambil posisi besar sebelum ada data ekonomi baru yang dirilis pekan depan, yang bisa menjadi penentu arah pergerakan harga emas global berikutnya.
Bagi investor ritel, kondisi harga yang datar ini kerap dianggap sebagai momentum untuk akumulasi bertahap. Dengan selisih harga jual dan buyback yang relatif konsisten, emas batangan tetap menjadi instrumen lindung nilai yang diminati di tengah fluktuasi pasar keuangan.