Bukan Cuma Pantai, Ini 3 Desa Wisata di Belitung yang Masuk ADWI

Penulis: Redaksi  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10:31 WIB
Tempat wisata tersembunyi di Bangka Belitung. (Foto: NET)

BANGKA BELITUNG - Di balik pantai berpasir putih dan batu granit raksasa yang jadi identitas Kepulauan Bangka Belitung, sejumlah desa mulai mengembangkan wisata berbasis masyarakat yang memadukan alam, budaya, ekonomi kreatif, dan edukasi lingkungan.

Arah pengembangan ini sejalan dengan Program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) yang pada 2023 diikuti 4.573 desa dan mengurasi 75 desa wisata terbaik secara nasional. Belitung punya dua desa yang masuk daftar tersebut: Desa Terong dan Desa Keciput di Kecamatan Sijuk.

Selain keduanya, Pulau Seliu di Kecamatan Membalong berkembang sebagai desa wisata yang mengandalkan perpaduan pesisir, sejarah, kuliner, dan kehidupan masyarakat.

Pulau Seliu: Jejak Sentra Kopra dan Kehidupan Pesisir

Pulau kecil yang terpisah dari Pulau Belitung ini dapat dicapai dari Dermaga Teluk Gembira dengan kapal penyeberangan atau speedboat. Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata mencatat waktu tempuhnya sekitar 10-15 menit dalam kondisi normal.

Seliu pernah menjadi salah satu sentra produksi kopra, jejak yang masih bisa ditelusuri lewat rumah-rumah tua di pulau ini. Dokumen Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat pembuatan emping, perahu tradisional, atap daun kelapa, serta kuliner khas sebagai potensi wisatanya, ditopang homestay yang dikelola langsung oleh masyarakat.

Aktivitas yang bisa dilakukan mencakup jelajah rumah tua dan sejarah kopra, pembuatan emping tradisional, pembuatan atap daun sagu, hingga menyusuri kampung dengan jalan kaki atau sepeda sambil mengamati aktivitas nelayan setempat. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut mencatat keberadaan terumbu karang di kawasan pantainya yang berpasir putih dan berbatu granit.

Desa Terong: Bekas Tambang Timah yang Jadi Ruang Hijau

Terletak di Kecamatan Sijuk, Desa Wisata Kreatif Terong masuk 75 Besar ADWI 2023 dengan potensi wisata alam, budaya, dan buatan. Daya tarik utamanya adalah kawasan Aik Rusa Berehun — bekas tambang timah masyarakat yang direklamasi secara swadaya, ditanami kembali, dan kini dilengkapi berbagai fasilitas wisata.

Selain itu tersedia Bukit Tebalu Simpor Laki untuk hiking dan menikmati panorama dari ketinggian, ditambah kawasan mangrove serta perkebunan masyarakat. Pengunjung juga bisa mengenal kerajinan berbahan daun lais, melihat aktivitas pertanian, dan menikmati seni tradisional.

Sebagian warga Terong berprofesi sebagai nelayan tradisional, petani, dan pekebun, sehingga wisata yang dikembangkan tetap menyatu dengan kehidupan sehari-hari mereka — termasuk narasi sejarah pertambangan timah yang tetap dipertahankan sebagai bagian dari cerita transformasi lingkungan.

Desa Keciput: Konservasi Penyu dan Ragam Tradisi

Berada di pesisir utara Pulau Belitung dan memiliki akses ke Tanjung Kelayang, Keciput masuk 50 Besar ADWI 2024 dengan kategori wisata bahari, edukasi, budaya, kuliner, olahraga, rekreasi, sejarah, hingga belanja.

Program edukasi konservasi penyu dijalankan lewat Penangkaran Tukik Aik Batu Banyak yang dikelola masyarakat, lengkap dengan kegiatan pelepasan tukik ke habitat laut. Dari sisi budaya, tersedia aktivitas membatik, menganyam, menyulam, pertunjukan seni tradisional, hingga tradisi Muang Jong — selamatan laut khas masyarakat setempat.

Kawasan ini juga menawarkan kuliner khas Belitung, snorkeling, paddle, trekking, dan wisata edukasi madu trigona, menjadikannya cocok bagi keluarga maupun pelancong yang mencari pengalaman edukatif.

Tips Berkunjung ke Desa Wisata Babel

Perhatikan jadwal transportasi dan cuaca laut terutama untuk penyeberangan ke Seliu. Manfaatkan layanan warga lokal — homestay, kuliner, pemandu, aktivitas desa — agar ekonomi setempat ikut berputar.

Hormati aturan dan tradisi setempat karena sejumlah kegiatan budaya punya tata cara khusus. Jaga lingkungan dengan membawa kembali sampah dan mengurangi plastik sekali pakai, serta jangan mengganggu ketenangan warga di destinasi yang relatif sepi — sebab suasana autentik itulah daya tarik utamanya.

Ketiga desa ini membuktikan pesona Bangka Belitung tidak melulu soal panorama laut: Seliu menyimpan sejarah dagang dan kehidupan pesisir, Terong menampilkan transformasi bekas tambang jadi ruang hijau, sementara Keciput memadukan konservasi penyu dengan tradisi masyarakat.

Reporter: Redaksi
Back to top