PANGKALPINANG — Ancaman kepunahan pohon endemik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kian nyata. Alih fungsi lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan pemukiman disebut sebagai pemicu utama berkurangnya populasi tanaman khas daerah itu secara besar-besaran.
Menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggandeng PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam untuk menanam 650 bibit pohon endemik di Taman Dealova. Langkah ini merupakan bagian dari penguatan kawasan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang menjadi amanat Kementerian Lingkungan Hidup bagi setiap pemerintah daerah.
Kepala DLH Kota Pangkalpinang Fahrizal menyebutkan, bibit yang ditanam berasal dari berbagai spesies khas Babel. Beberapa di antaranya adalah manggis klabang, pelawan, nyatoh, jelutung, Eucalyptus rainbow, palem ekor tupai, damar, dan gaharu.
Selain itu, penanaman juga mencakup cemara balon, jambu hutan, rambai, lansat, bacang, kecapi, manggis, mentega, hingga palem merah. Keberagaman spesies ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan rantai makanan satwa liar.
"Tanaman endemik ini merupakan siklus alam yang saling mendukung, dari tumbuhan menjadi sumber makanan, nektar bunga untuk madu, dan siklus kehidupan satwa lainnya seperti burung dan hewan lainnya," kata Fahrizal dalam keterangannya, Kamis.
Pelestarian pohon endemik tidak hanya menyelamatkan flora, tetapi juga fauna yang bergantung pada keberadaannya. Buah dari pohon-pohon tersebut menjadi sumber utama makanan bagi berbagai jenis burung dan satwa khas daerah ini.
Fahrizal menegaskan, konservasi ini merupakan upaya jangka panjang agar generasi muda di Bangka Belitung tetap mengenal kekayaan hayati daerahnya. Ia mengingatkan bahwa tanpa intervensi serius, kekayaan alam tersebut bisa hilang sebelum sempat dikenal generasi berikutnya.
"Jangan sampai generasi muda di daerah ini tidak mengetahui pohon-pohon khas daerah ini karena sudah punah akibat alih fungsi lahan secara besar-besaran," ujarnya.
Inisiatif PT Pelindo Regional 2 Pangkalbalam dinilai sejalan dengan program DLH Kota Pangkalpinang dalam memperluas kawasan konservasi perkotaan. Taman Dealova sendiri merupakan salah satu titik Kehati yang terus dikembangkan pemerintah kota.
"Dengan adanya bantuan bibit pohon endemik Pelindo Pangkalbalam ini tentunya sangat membantu kita dalam melestarikan tanaman khas dari daerah ini dari kepunahan," kata Fahrizal menambahkan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan badan usaha ini diharapkan menjadi model bagi perusahaan lain yang beroperasi di Bangka Belitung untuk turut serta dalam upaya pemulihan lingkungan.