BANGKA SELATAN — KONI Bangka Selatan tidak hanya mengandalkan program latihan rutin dalam mematangkan persiapan atletnya. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan atlet di masing-masing cabang olahraga (cabor) menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pembinaan yang berjalan sejak awal tahun.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Bangka Selatan, Eko Saputra, mengungkapkan bahwa capaian 80 persen tersebut merupakan akumulasi dari seluruh rangkaian program yang telah dijalankan. Pihaknya optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga puncak kompetisi nanti.
"Persiapan atlet saat ini sudah sekitar 80 persen. Kami juga optimis KONI Bangka Selatan mampu keluar dari juru kunci di Porprov November nanti," ujar Eko saat ditemui di Sekretariat KONI Bangka Selatan, Kamis (13/8/2026).
Mengapa Target Keluar dari Juru Kunci Menjadi Prioritas?
Posisi terakhir pada Porprov sebelumnya menjadi pekerjaan rumah besar bagi pengurus KONI dan seluruh cabor di Bangka Selatan. Evaluasi menyeluruh pun dilakukan untuk mengidentifikasi kelemahan, baik dari sisi teknis atlet maupun manajemen pembinaan.
Eko menegaskan bahwa langkah monitoring dan evaluasi ini sangat krusial. Tujuannya untuk mengukur sejauh mana program latihan yang dijalankan cabor memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kemampuan atlet di atas lapangan.
"Langkah ini sangat penting untuk mengetahui sejauh mana program latihan yang telah dijalankan oleh pihak cabor untuk memberikan dampak terhadap kemampuan atlet menjelang pertandingan di Porprov nanti," jelasnya.
Tes Fisik Tahap II Jadi Parameter Kesiapan Atlet
KONI Bangka Selatan tidak tinggal diam dengan angka 80 persen. Sebagai langkah verifikasi, tes kemampuan fisik tahap II dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026. Hasil tes ini akan menjadi tolok ukur objektif kualitas latihan yang telah dijalani para atlet.
“Pertengahan September nanti kami akan kembali melaksanakan tes kemampuan fisik tahap II kepada para atlet. Tujuannya untuk melihat sejauh mana kualitas latihan dari para atlet yang akan dikirim menghadapi Porprov nanti,” ujar Eko.
Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan, konsistensi latihan dan disiplin atlet menjadi kunci utama. KONI berharap seluruh cabor dapat menjaga intensitas latihan agar target peningkatan prestasi di Porprov mendatang dapat direalisasikan.