KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jakarta — Xiaomi resmi membuka program beta perdana untuk sistem operasi terbarunya, HyperOS 4. Namun yang menarik perhatian bukan hanya daftar perangkat yang kompatibel, melainkan juga ilustrasi ponsel lipat dengan bentuk baru yang lebih lebar dari generasi sebelumnya.
Dalam pengumuman daftar perangkat yang boleh menjajal HyperOS 4 beta, Xiaomi menampilkan visual antarmuka pada berbagai format layar. Salah satunya memperlihatkan ponsel lipat dengan rasio layar yang jauh lebih lebar, mengindikasikan bentuk fisik perangkat yang belum pernah dirilis sebelumnya.
Bentuk ini berbeda dari ponsel lipat Xiaomi yang sudah beredar. Jika selama ini produk lipat mereka mengusung rasio vertikal, ilustrasi anyar ini memakai orientasi horizontal yang lebih mirip buku.
Sinyal ini muncul di tengah mulai ramainya pasar ponsel lipat layar lebar global. Huawei telah lebih dulu hadir dengan Pura X Max, sementara Samsung dikabarkan menyiapkan Galaxy Z Fold8 dengan desain serupa. Apple pun disebut akan debut di segmen ini pada September 2026 lewat iPhone Ultra.
Untuk perangkat lipat tersebut, Xiaomi tidak sekadar memperbesar antarmuka. HyperOS 4 disebut membawa optimasi perangkat lunak khusus yang dirancang untuk memanfaatkan area layar bagian dalam yang lebih luas.
Ini menandakan Xiaomi serius menggarap kategori wide foldable, bukan hanya sekadar mengikuti tren. Optimasi sistem yang disiapkan sejak awal menunjukkan perangkat ini memang dipersiapkan untuk menjadi produk utama, bukan varian eksperimental.
Di luar isyarat perangkat keras, Xiaomi juga menyiapkan peningkatan signifikan pada arsitektur sistem. HyperOS 4 membawa dua teknologi anyar ke dalam Xiaomi HyperCore, yaitu perhitungan beban dan pra-pemuatan memori.
Kedua teknologi ini dirancang untuk mengelola sumber daya sistem secara lebih efisien. Efeknya, beban kerja untuk fungsi-fungsi yang sering dipakai bisa ditekan, sehingga respons sistem terasa lebih ringan dan aplikasi terbuka lebih cepat.
Kecerdasan buatan menjadi pilar utama lain di HyperOS 4. Xiaomi memperkenalkan Super XiaoAi 2.0 yang kini ditenagai oleh model bahasa besar (LLM) internal bernama Xiaomi MiMo.
Peningkatan ini membuat asisten digital tersebut lebih mumpuni dalam perencanaan tugas dan pembuatan konten. Super XiaoAi 2.0 juga dioptimalkan untuk skenario yang melibatkan banyak aplikasi dan perangkat sekaligus, sejalan dengan ekosistem perangkat Xiaomi yang kian luas.
Xiaomi telah mengumumkan daftar perangkat pertama yang kebagian jatah menjajal HyperOS 4 versi beta. Daftar ini mencakup jajaran flagship dan perangkat kelas menengah atas:
Belum ada informasi mengenai jadwal peluncuran resmi HyperOS 4 untuk publik maupun kapan ponsel lipat wide foldable tersebut akan diperkenalkan. Namun, dengan munculnya visual di program beta, pengumuman resmi kemungkinan tidak akan lama lagi menyusul.
Bagi pengguna yang penasaran dengan ponsel lipat layar lebar, langkah Xiaomi ini patut dinantikan. Jika realisasi produknya sesuai dengan isyarat yang muncul, persaingan di segmen ini akan semakin menarik dengan harga yang berpotensi lebih kompetitif dibanding kompetitornya.