Pencarian

Kasus ISPA di Bangka Capai 5.296 Kasus pada Semester Pertama 2026, Dinkes Gencarkan Langkah Pencegahan

Jumat, 14 Agustus 2026 • 22:32:31 WIB
Kasus ISPA di Bangka Capai 5.296 Kasus pada Semester Pertama 2026, Dinkes Gencarkan Langkah Pencegahan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Nora Sukma Dewi, menyampaikan imbauan pencegahan ISPA kepada masyarakat di Sungailiat, Jumat (tanggal).

SUNGAILIAT — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menggencarkan langkah pencegahan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah musim kemarau. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kami menggencarkan pencegahan kasus penyakit ISPA dengan cara mengingatkan masyarakat meningkatkan konsumsi makanan bergizi, vitamin, minum air putih yang cukup, memakai masker saat keluar rumah, dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung," kata Nora Sukma Dewi di Sungailiat, Jumat.

Lonjakan Kasus di Semester Pertama 2026

Data yang dihimpun dari 12 puskesmas yang tersebar di Kabupaten Bangka menunjukkan angka kasus yang signifikan. Pada semester pertama tahun 2026, tercatat total 5.296 kasus ISPA telah ditangani. Angka ini menjadi dasar bagi Dinkes untuk memperketat sosialisasi kesehatan kepada publik.

Nora menjelaskan, kondisi musim kemarau menjadi pemicu utama meningkatnya risiko penularan. Udara yang lebih kering, debu jalanan yang beterbangan, hingga penurunan kualitas udara akibat potensi asap kebakaran lahan disebut sebagai faktor dominan.

Gejala yang Perlu Diwaspadai Warga

Dinkes mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gejala awal ISPA. Dampak dari penyakit ini bervariasi, mulai dari keluhan ringan seperti batuk, pilek, dan demam, hingga sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan nafsu makan berkurang. Penderita juga kerap merasakan lemas dan mudah lelah.

"Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala ISPA hendaknya segera dibawa ke puskesmas terdekat supaya mendapat pemeriksaan kesehatan," ujar Nora.

Polusi Udara Perkotaan Tingkatkan Risiko

Bersumber dari laman Kemenkes, penyakit pernapasan masuk dalam 10 penyakit terbanyak yang terjadi di Indonesia. Risiko lebih tinggi disebut mengintai warga yang tinggal di perkotaan karena paparan polusi udara yang lebih intensif.

Partikel-partikel berbahaya seperti debu halus, asap kendaraan bermotor, dan polusi industri dapat merusak saluran pernapasan dan memicu infeksi. Karena itu, penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah menjadi salah satu kunci pencegahan utama.

Dinkes Kabupaten Bangka menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan berolahraga secara teratur sebagai langkah fundamental. Upaya ini dinilai efektif untuk meningkatkan kekebalan tubuh di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks