SpaceX Bangun Starbase Louisiana Senilai Rp1.770 Triliun, Target 2029

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:03:02 WIB
SpaceX mengumumkan pembangunan Starbase Louisiana senilai Rp1.770 triliun dengan target operasional pada 2029.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah ekspansi ini memperkuat posisi SpaceX di kawasan selatan Amerika Serikat setelah sebelumnya membangun pusat data AI di Tennessee dan Mississippi. Proyek raksasa ini juga menjadi sinyal ambisi Elon Musk untuk mengakselerasi konstelasi satelit Starlink generasi berikutnya yang mengusung teknologi pemroses data dan AI.

Detail Proyek dan Dampak Ekonomi Louisiana

Louisiana Starbase akan menempati area seluas 50,5 ribu hektar di pesisir Pecan Island. Presiden SpaceX Gwynne Shotwell menyatakan kompleks ini akan berdiri mandiri dengan fasilitas produksi bahan bakar metana, pembangkit listrik, pelabuhan, bandara, hingga bengkel internal tanpa bergantung pada infrastruktur eksternal.

Gubernur Louisiana Jeff Landry menyambut baik proyek ini karena diproyeksikan membuka 3.000 lapangan kerja baru. "Ini menghadirkan lapangan kerja bagi keluarga kita. Ini membawa momentum bagi masyarakat kita, dan ini adalah bentuk perlindungan bagi pesisir kita," ujarnya dalam acara pengusulan proyek.

Komitmen Lingkungan di Tengah Ambisi Ekspansi

Shotwell menegaskan pembangunan tidak akan menghancurkan seluruh lahan yang ada. Sebagian besar area akan dipertahankan sebagai ruang terbuka hijau dan lahan alami, dengan video animasi resmi memperlihatkan titik peluncuran yang dikelilingi ekosistem terjaga.

SpaceX juga merancang program pemulihan lahan rawa dan garis pantai yang berfungsi sebagai penyangga alami banjir. Perusahaan disebut siap mendanai inisiatif perlindungan, restorasi, dan pengelolaan lingkungan selama masa konstruksi berlangsung.

Jalur Hukum dan Integrasi dengan Program Artemis

Lahan proyek ini sebelumnya menjadi objek sengketa antara ExxonMobil dan pemerintah lokal terkait kerusakan lingkungan. Gugatan tersebut baru mencapai kesepakatan damai pada Juli lalu, membuka jalan bagi SpaceX untuk menguasai area pesisir sepanjang 29 kilometer tersebut.

Dari sisi misi, roket Starship yang diluncurkan dari Louisiana akan berkontribusi langsung pada program Artemis NASA. Elon Musk memandang kapal luar angkasa tersebut sebagai tulang punggung perluasan jaringan Starlink yang direncanakan mengorbitkan ribuan satelit pemroses data dan AI.

Pembangunan dijadwalkan dimulai tahun depan, menjadikan Louisiana sebagai pilar ketiga jaringan peluncuran SpaceX setelah Texas dan Florida. Keputusan ini sekaligus menegaskan strategi perusahaan untuk mendekatkan infrastruktur peluncuran ke pusat manufaktur dan logistik di kawasan selatan AS.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top