Warga Pulau Rengit di Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung kini menikmati pasokan listrik 24 jam penuh setelah PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung meresmikan peningkatan layanan, Sabtu. Sebelumnya, aliran listrik di pulau tersebut hanya menyala 12 jam, yakni dari pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.
BELITUNG — Pasokan listrik di Pulau Rengit, Desa Pegantungan, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung resmi meningkat dari 12 jam menjadi 24 jam penuh. Peresmian ini bertepatan dengan peluncuran Green Energy Ecosystem Technopark di lokasi yang sama, Sabtu.
General Manager PLN UIW Babel, Ira Savitri, menyampaikan bahwa perluasan akses energi ini merupakan wujud komitmen perseroan untuk pemerataan layanan kelistrikan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.
Dampak bagi Warga dan Ekonomi Setempat
Dengan tambahan 12 jam pasokan, warga Pulau Rengit tidak lagi bergantung pada jeda pemadaman untuk menjalankan aktivitas produktif. Harapannya, kualitas hidup dan roda perekonomian di desa tersebut ikut menggeliat.
Ira menuturkan, karakteristik geografis Kepulauan Bangka Belitung yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam penyaluran tenaga listrik. Jarak antarpulau dan kondisi alam yang berbeda membuat pola kebutuhan masyarakat juga beragam.
PLN Sebut Gangguan Listrik Turun Drastis
Di tengah perluasan layanan ke pulau-pulau kecil, PLN UIW Babel juga mencatat perbaikan keandalan jaringan. Angka gangguan dan pemadaman di provinsi ini dilaporkan turun signifikan hingga 315 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Upaya serupa sebelumnya telah dijalankan di beberapa titik lain, seperti Pulau Seliu, Pulau Buku Limau, Pulau Buntar, dan Pulau Kelapan. Keberhasilan di Pulau Rengit diharapkan menjadi model pembelajaran untuk wilayah kepulauan lain di Indonesia.
Peresmian Bertepatan dengan Technopark Energi Hijau
Momentum ini dirangkai dengan peresmian Green Energy Ecosystem Technopark. Direktur Teknologi Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero), Edwin Nugraha Putra, menyebut proyek percontohan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan menjawab arahan Presiden soal kemandirian listrik nasional.
"Kita harus meningkatkan dan memastikannya demi ketahanan energi bangsa, menekan impor minyak, mengurangi penggunaan BBM, dan menekan impor minyak sejauh mungkin," ujar Edwin dalam keterangannya di Pulau Rengit.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Ira menambahkan, pembenahan keandalan listrik tidak akan berhenti di titik ini. Pihaknya akan terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga riset, akademisi, dan masyarakat agar solusi kelistrikan tepat sasaran dan selaras dengan pertumbuhan ekonomi warga.
"Inovasi akan semakin matang jika terus dievaluasi dan diperkaya dari berbagai sudut pandang. Kami berharap Pulau Rengit dapat terus menjadi ruang diskusi dan pengembangan bersama," kata Ira.