PANGKALPINANG — Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi badan publik terakhir yang menjalani uji visitasi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 untuk kategori Instansi Vertikal. Kedatangan tim ini sekaligus menandai tuntasnya seluruh rangkaian penilaian di tingkat provinsi.
Empat komisioner yang turun langsung ke lapangan adalah Martono, S.TP., C.Med dan Ahmad Tarmizi, S.P., C.Med, serta Fahriani, S.H., M.H. Mereka didampingi Ketua KI Babel Ita Rosita, S.P., C.Med dan Rikky Fermana, S.IP., C.Med bersama jajaran sekretariat.
Apa yang Diuji dalam Visitasi Ini?
Dalam sesi uji presentasi, Kepala BPK Perwakilan Babel Flora Anita Diassari memaparkan sejumlah aspek kunci. Mulai dari kelembagaan, mekanisme pelayanan informasi, pengelolaan data publik, hingga pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.
Menurut Ketua KI Babel Ita Rosita, kehadiran langsung pimpinan badan publik menjadi penilaian tersendiri. Sebab, komitmen keterbukaan tidak cukup hanya tertulis di atas kertas, tetapi harus terlihat dari kebijakan dan strategi yang dijalankan.
Bukan Sekadar Mengejar Peringkat
Ita menegaskan bahwa visitasi ini bukan agenda seremonial untuk mengejar angka penilaian semata. Timnya ingin memastikan bahwa data yang diisi dalam Self Assessment Questionnaire (SAQ) memiliki kesesuaian dengan kondisi faktual di lapangan.
"Kami ingin melihat bagaimana keterbukaan informasi dijalankan secara nyata. Visitasi ini menjadi ruang bagi badan publik untuk menyampaikan apa yang sudah dilakukan, sekaligus momentum untuk mengidentifikasi hal-hal yang masih dapat diperbaiki dalam pelayanan informasi kepada masyarakat," ujar Ita.
Ia menambahkan, nilai tinggi tidak akan bermakna jika praktik keterbukaan tidak benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.
Komitmen BPK Babel
Flora Anita Diassari menyambut positif proses pengawasan ini. Baginya, keterbukaan informasi adalah fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara negara.
"Kami menyambut baik kedatangan Komisi Informasi. Keterbukaan informasi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penyelenggara negara. Karena itu, kami berkomitmen untuk terus memberikan akses informasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat," ungkap Flora.
Hasil Penilaian Diakumulasi
Hasil uji presentasi dan visitasi di BPK Babel akan digabungkan dengan seluruh komponen penilaian Monev Keterbukaan Informasi Publik 2026. Nilai dari setiap tahapan akan diakumulasikan sebelum KI Babel menetapkan hasil akhir masing-masing badan publik.
Lebih jauh, evaluasi ini diharapkan mampu mendorong keterbukaan informasi keluar dari sekadar urusan administrasi menuju praktik pelayanan publik yang nyata. Ukuran sesungguhnya bukan hanya seberapa lengkap dokumen tersedia, tetapi seberapa mudah masyarakat mendapatkan informasi yang transparan, akurat, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan.