DPR Dorong Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa Korban Gempa NTT

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:50:31 WIB
Anggota DPR Netty mendorong pemerintah memperkuat layanan kesehatan jiwa bagi korban gempa NTT.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Permintaan itu disampaikan Netty menyusul adanya korban jiwa yang diduga kuat berkaitan dengan tekanan psikologis pascabencana. Ia menegaskan kasus tersebut harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah dalam menangani dampak non-fisik gempa.

"Kasus meninggalnya seorang pemuda di belakang tenda penampungan karena diduga depresi harus menjadi alarm bagi Pemerintah bahwa penanganan fisik penting, namun masalah psikologis pasca bencana patut diwaspadai," kata Netty kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Beban Mental Nakes dan Relawan juga Perlu Jadi Perhatian

Netty menyoroti beban psikologis yang ditanggung tenaga kesehatan (nakes), Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK), dan relawan di lapangan. Menurutnya, intensitas kerja tinggi di tengah kondisi darurat membuat kelompok ini rentan mengalami kelelahan mental.

"Karena kondisi penanganan bencana cukup berat, dan sering kali nakes dan relawan juga ikut menanggung beban mental, maka dibutuhkan penguatan fasilitas mental health bagi mereka," ungkap politikus PKS tersebut.

Ia meminta pemerintah menyiapkan sistem perlindungan bagi nakes, Tim SAR, dan relawan yang menjalankan misi kemanusiaan. Edukasi tentang keselamatan diri juga dinilai krusial sebelum mereka bertugas menyelamatkan orang lain.

"Sistem ini untuk memastikan bahwa tak perlu ada korban jiwa tambahan. Pemerintah juga harus memberikan edukasi kepada semua relawan yang bertugas untuk memastikan bisa menyelamatkan diri sendiri dulu sebelum menyelamatkan orang lain," paparnya.

Perhatian Tak Boleh Berhenti di Fase Tanggap Darurat

Netty mengingatkan respons kesehatan pascabencana tidak boleh berhenti pada penanganan korban luka. Ia meminta pemerintah mengantisipasi munculnya penyakit di lokasi pengungsian, seperti ISPA, dehidrasi, gangguan gizi, serta penyakit akibat terbatasnya air bersih dan sanitasi.

Ia juga menyoroti pentingnya pemulihan layanan kesehatan dasar pascabencana. Puskesmas dan rumah sakit yang rusak akibat gempa harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat.

"Setelah fase tanggap darurat, perhatian harus bergeser pada pemulihan layanan kesehatan. Puskesmas dan rumah sakit yang rusak harus segera dipulihkan agar masyarakat tidak terus bergantung pada layanan darurat," sebutnya.

Sebelumnya, Netty mengaku telah menyampaikan masukan serupa saat rapat kerja dengan Menteri Kesehatan. Ia menekankan dukungan psikososial harus diperkuat dalam penanganan pascagempa Flores, NTT.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top