KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kabar terbaru dari pembocor informasi ternama, Digital Chat Station, menyebutkan bahwa seluruh konfigurasi Xiaomi 18 Fold akan dibanderol di atas 10.000 yuan atau sekitar Rp 26,2 juta. Model paling dasar diprediksi menyentuh angka 12.000 yuan, yang bila dikonversi menjadi sekitar Rp 31,4 juta.
Informasi ini masih sebatas bocoran dan belum ada konfirmasi resmi dari Xiaomi. Namun, angka tersebut cukup signifikan untuk dibaca sebagai sinyal jelas bahwa pabrikan asal Tiongkok ini serius menaikkan posisinya di pasar ponsel lipat premium.
Untuk memahami besarnya lompatan ini, kita bisa melihat harga peluncuran Xiaomi MIX Fold 4 di Tiongkok pada 2024 lalu. Saat itu, varian dengan RAM 12 GB dan penyimpanan 256 GB dibanderol mulai dari 8.999 yuan, atau sekitar Rp 23,6 juta.
Artinya, jika bocoran ini benar, ada potensi kenaikan harga yang cukup drastis pada generasi penerusnya. Salah satu faktor yang disebut-sebut mempengaruhi kenaikan ini adalah kelangkaan komponen memori yang masih berlangsung hingga saat ini, yang berdampak pada biaya produksi secara keseluruhan.
Xiaomi 18 Fold dijadwalkan meluncur secara resmi di Tiongkok pada 7 September 2026. Yang paling menarik, perangkat ini disebut akan menjadi yang pertama ditenagai oleh chipset internal buatan Xiaomi, yaitu Xring O3. Ini adalah langkah besar bagi Xiaomi untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok chip eksternal.
Dari sektor fotografi, bocoran menyebutkan konfigurasi tiga kamera Leica dengan sensor utama 200MP (ukuran sensor 1/1,56 inci). Kamera ini akan didampingi telefoto periskop 50MP dengan zoom optik 3,5x dan lensa ultra-wide 50MP.
Kapasitas baterainya juga sudah terkonfirmasi melalui bocoran, yaitu sebesar 6.000mAh. Dukungan pengisian dayanya mencapai 67W untuk kabel dan 50W untuk nirkabel.
Dari segi desain, Xiaomi 18 Fold digambarkan memiliki layar luar 5,38 inci dan layar dalam 7,58 inci. Perangkat ini akan memperkenalkan warna baru bernama "West Wild Red" dengan modul kamera belakang berbentuk lonjong horizontal yang diletakkan di sisi kiri atas. Bodi tengahnya datar dengan sudut membulat besar, memberikan kesan bersih dan simetris.
Untuk varian dengan spesifikasi tertinggi, termasuk opsi RAM 16GB dan penyimpanan internal 1TB, diperkirakan akan menggunakan memori Changxin LPDDR6. Teknologi memori generasi terbaru ini menjanjikan kecepatan transfer data yang jauh lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.
Kenaikan harga ini menempatkan Xiaomi 18 Fold langsung bersaing di liga yang sama dengan kompetitor utamanya yang sudah lebih dulu bermain di segmen harga tersebut. Ini adalah keputusan berani yang tidak hanya menguji spesifikasi, tetapi juga kekuatan brand Xiaomi di mata konsumen premium.
Perlu dicatat juga bahwa bocoran ini masih berasal dari satu sumber dan belum ada verifikasi lanjutan. Kita masih harus menunggu informasi lebih detail mengenai ketersediaan global, termasuk kemungkinan masuk ke pasar Indonesia, serta bagaimana performa chipset Xring O3 yang masih menjadi tanda tanya besar di tengah dominasi Qualcomm dan MediaTek.
Yang jelas, jika harga ini terkonfirmasi, Xiaomi tidak lagi sekadar menawarkan flagship dengan harga agresif. Mereka kini bermain di papan atas dengan target pasar yang lebih spesifik dan menuntut lebih dari sekadar spesifikasi mentah.