Pencarian

Samindo Resources Kebut Bongkar 21 Juta Bcm Lapisan Tanah, Lampaui Target

Rabu, 02 September 2026 • 20:38:31 WIB
Samindo Resources Kebut Bongkar 21 Juta Bcm Lapisan Tanah, Lampaui Target
Aktivitas pengupasan lapisan tanah di area tambang PT Samindo Resources di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin (2/9/2026).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pencapaian itu membuat emiten berkode saham MYOH ini makin percaya diri mengejar target jumbo hingga akhir 2026 sebesar 34,5 juta bcm. Momentum positif datang dari cuaca tambang yang lebih bersahabat ketimbang proyeksi awal, dengan curah hujan dan waktu hujan yang lebih rendah dari perkiraan.

"Bahkan sepanjang Agustus lalu, tidak ada hujan sama sekali. Namun saat ini masalahnya kabut asap karena kebakaran hutan. Efeknya membuat jarak pandang terbatas," ujar Corporate Secretary Samindo, Ahmad Zaki Natsir, di Jakarta, Rabu (2/9).

Batubara dan Angkutan Ikut Tumbuh

Dorongan pengupasan lahan yang agresif ini berbanding lurus dengan produksi batubara (coal getting). Hingga Juli, Samindo sudah menggaruk 3,33 juta ton batubara—melebihi rencana kerja 3,16 juta ton dan meningkat dibanding 2,90 juta ton pada periode yang sama tahun 2025.

Segmen jasa pengangkutan batubara juga tak kalah moncer. Volume yang diangkut mencapai 14,09 juta ton, sukses mengalahkan target rencana 13,99 juta ton sekaligus tumbuh dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 13,58 juta ton.

Efisiensi dan Alokasi Tambahan Jadi Biang Kinerja

Selain faktor cuaca, Samindo mengakui ada tiga pendorong utama di balik akselerasi ini. Pertama, efisiensi jarak angkut (hauling distance) di pit tambang yang kini lebih optimal. Kedua, tambahan alokasi volume pekerjaan dari klien utamanya, PT Kideco Jaya Agung.

Ketiga, tren pemulihan harga batubara global yang mendorong pemilik konsesi tambang untuk memacu ritme produksi. Kondisi ini dimanfaatkan Samindo dengan menyiapkan armada alat berat yang prima dan keunggulan operasional di lapangan untuk menangkap momentum pasar.

Dampak ke Laporan Keuangan

Kinerja operasional yang tangguh itu langsung terlihat di laporan keuangan. Pada semester I 2026, Samindo membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$83,99 juta, tumbuh dari US$79,57 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontributor terbesar berasal dari jasa pemindahan tanah dan pengambilan batubara (overburden removal & coal getting) yang menyumbang US$48,32 juta—melonjak 15,2% dibanding US$41,93 juta di semester I 2025. Disusul segmen jasa pengangkutan batubara yang menyumbang US$21,76 juta.

Kenaikan ini merupakan hasil langsung dari peningkatan volume pekerjaan, perbaikan efisiensi operasional pit tambang, serta tambahan alokasi dari mitra utama. Dengan utilisasi alat berat yang terjaga dan disiplin biaya, Ahmad Zaki optimistis tren positif ini berlanjut hingga tutup tahun. "Memasuki paruh kedua 2026, kami optimistis tren positif ini terus berlanjut seiring utilisasi armada alat berat yang prima dan disiplin efisiensi biaya guna mengamankan target pertumbuhan pendapatan hingga akhir tahun," katanya.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dunia-energi.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks