KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Proses pengajuan pembayaran di lingkungan internal Waskita Karya berubah total. Tim proyek tidak lagi berkutat dengan dokumen tagihan fisik yang berlapis, karena seluruh alur kini berjalan digital melalui aplikasi SAP. Dengan koneksi langsung ke sistem perbankan secara real time, setiap transaksi menjadi lebih transparan dan akuntabel.
Direktur Keuangan Waskita Karya, Wiwi Suprihatno, menegaskan bahwa penerapan H2H adalah wujud nyata transformasi digital perusahaan yang mengacu pada delapan stream transformasi. "Salah satunya transformasi bisnis dalam rangka penguatan tata kelola dana demi mewujudkan Good Corporate Governance (GCG)," jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/9).
Pembayaran Lebih Cepat dan Bisa Dipantau dari Mana Saja
Efisiensi yang dihadirkan sistem ini langsung dirasakan oleh tim proyek dan mitra kerja. Tim proyek kini dapat memantau alur pengajuan pembayaran kapan pun dan di mana pun, tanpa harus mengecek status secara manual ke kantor pusat.
Di sisi lain, mitra kerja Waskita juga mendapat keuntungan serupa. Informasi mengenai pembayaran tagihan dapat diakses secara real time, sehingga mereka tidak perlu menebak-nebak kapan dana masuk. Hal ini tentu berdampak positif pada pengelolaan arus kas perusahaan dan mitra, sekaligus meminimalisir potensi kesalahan data.
Sinergi BUMN untuk Ekosistem Digital Nasional
Implementasi H2H ini bukan sekadar proyek internal Waskita. Pemanfaatan layanan API BNI yang telah berstandar SNAP menjadi simbol kolaborasi antar-BUMN dalam membangun ekosistem digital yang lebih terintegrasi. "Ini merupakan wujud kolaborasi BUMN yang bertujuan memudahkan masyarakat sekaligus mendorong sistem pembayaran nasional," tambah Wiwi.
Bagi industri konstruksi, langkah Waskita ini menjadi preseden baru. Sebagai perusahaan pelat merah pertama yang mengimplementasikan standar ini, Waskita menunjukkan bahwa transformasi digital juga bisa dijalankan oleh sektor usaha yang selama ini identik dengan operasional lapangan yang masif.
Target Digitalisasi Menyeluruh
Keberhasilan di sektor pembayaran ini hanyalah langkah awal. Wiwi menyebutkan, Waskita berkomitmen untuk melakukan digitalisasi menyeluruh terhadap sistem operasional perusahaan ke depannya. Artinya, integrasi sistem keuangan ini akan menjadi fondasi untuk transformasi di lini bisnis lainnya.
Sertifikasi SNAP dari BNI ini juga menegaskan bahwa tata kelola keuangan Waskita semakin solid pasca-restrukturisasi. Dengan sistem yang terhubung langsung ke perbankan, potensi fraud dan kebocoran keuangan bisa ditekan, sebuah sinyal positif bagi para pemangku kepentingan yang memantau kesehatan finansial BUMN karya ini.