Pencarian

Hijab FamilyMart Jepang Resmi Dibolehkan, Model RI Ranisa Rahman Alami Hate Speech

Kamis, 03 September 2026 • 07:12:01 WIB
Hijab FamilyMart Jepang Resmi Dibolehkan, Model RI Ranisa Rahman Alami Hate Speech
Ranisa Rahman, model asal Indonesia, tampil dalam presentasi kebijakan baru FamilyMart Jepang yang mengizinkan karyawan Muslimah mengenakan hijab.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — FamilyMart, salah satu jaringan minimarket terbesar di Jepang, mengumumkan kebijakan baru yang mengizinkan karyawan Muslimahnya untuk mengenakan hijab saat bekerja. Keputusan ini menjadi langkah maju bagi inklusivitas di tempat kerja, namun tidak lepas dari kontroversi.

Kebijakan Baru FamilyMart: Lebih dari Sekadar Hijab

Kebijakan ini tertuang dalam panduan penampilan karyawan terbaru bernama Famima Code. Aturan tersebut akan mulai berlaku serentak pada 1 September di sekitar 16.500 gerai FamilyMart di seluruh Jepang.

Selain mengizinkan hijab, panduan baru ini juga memberikan kelonggaran bagi karyawan untuk memilih warna rambut mereka. Langkah ini dinilai sebagai adaptasi perusahaan terhadap meningkatnya jumlah pekerja asing dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam.

Ranisa Rahman: Model Hijab yang Jadi Sasaran

Perhatian media semakin terfokus setelah kehadiran Ranisa Rahman, wanita asal Indonesia, sebagai model untuk presentasi kebijakan baru FamilyMart. Penampilannya di media memicu gelombang komentar pedas dari sebagian netizen Jepang.

"Hijab seharusnya tidak menjadi penghalang bagi wanita Muslim untuk mendapatkan kesempatan kerja atau berpartisipasi dalam kehidupan publik. Saya berharap langkah ini dapat membantu memberikan rasa percaya diri yang lebih besar bagi wanita berhijab di Jepang," ujar Ranisa, dikutip dari Shiawaves.

Unggahan dari sahabat Ranisa, @zizisiregar, di Threads mengungkapkan keprihatinannya atas komentar negatif yang diterima Ranisa. "Sahabat saya @rararanisa saat ini menerima banyak perhatian dan komentar menyakitkan dari orang-orang di Jepang," tulisnya.

Dukungan untuk Ranisa: "Kamu Tidak Sendiri"

Di tengah hujatan, Ranisa justru mendapat banyak dukungan hangat. Melalui kolom komentar Threads, ia mengungkapkan rasa harunya. "Terima kasih, ini benar-benar sangat berarti bagi saya. Saya benar-benar baik-baik saja! Saya sangat senang karena meskipun ada cukup banyak komentar kebencian, ada juga begitu banyak orang yang menunjukkan cinta dan dukungan, termasuk orang Jepang," tulis Ranisa.

Suami Ranisa juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa sentimen negatif yang diterima istrinya kebanyakan bukan bersifat personal, meski tetap mengganggu. Yang terpenting, pihak FamilyMart disebutnya sangat baik dan memberikan dukungan penuh kepada Ranisa.

Politisi Lokal Menolak, Netizen Terbelah

Penolakan paling keras datang dari politisi Jepang, Shunsuke Yamashita. Ia secara terbuka menyuarakan oposisinya terhadap izin penggunaan hijab, dengan alasan menjaga tradisi dan adat istiadat asli Jepang dari pengaruh budaya luar.

Komentar miring juga membanjiri media sosial. "Aku nggak mau ngakuinnya. Famima bakal aku hindari," ujar salah satu warganet. Namun, para pendukung kebijakan ini menegaskan bahwa pemberian izin berhijab adalah upaya memberikan hak dan kebebasan bagi karyawan Muslimah untuk menjalankan keyakinannya, tanpa memaksakan apa pun kepada karyawan lain.

Keputusan FamilyMart ini menjadi pijakan penting menuju lingkungan kerja yang lebih inklusif di Jepang. Untuk para ibu di Indonesia, kisah Ranisa menjadi pengingat bahwa keberagaman dan kesetaraan di tempat kerja adalah hak yang layak diperjuangkan, di mana pun kita berada.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: wolipop.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks