MENTOK — Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangka Barat Badri Samsu itu dihadiri langsung oleh Bupati Markus beserta Wakil Bupati H. Yus Derahman. Seluruh unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, hingga tokoh masyarakat dan agama turut hadir dalam agenda tahunan yang berlangsung khidmat tersebut.
Dalam sambutannya, Markus mengungkapkan rasa syukur bisa hadir di tengah peringatan yang mengusung tema "Dari Pusaka Untuk Masa Depan, Mentok Untuk Semua". Menurutnya, tema itu bukan hanya rangkaian kata seremonial, melainkan arah pembangunan yang berakar dari sejarah panjang kota tersebut.
Markus menegaskan bahwa usia 292 tahun bukan sekadar angka. Ia menyebut Muntok telah memainkan peran penting sejak zaman kesultanan hingga era penambangan timah dunia.
"Sejarah mencatat betapa Mentok telah memainkan peran penting sejak zaman kesultanan, era penambangan timah dunia, sehingga menjadi saksi bisu tempat pengasingan para pendiri bangsa yang menegaskan peran sentral kota ini bagi kemerdekaan Republik Indonesia," ujarnya dalam sambutan yang dikutip Ayobangka.com.
Bagi Markus, Muntok bukan hanya sekadar pusat pemerintahan. Kota ini, lanjut dia, merupakan ruang peradaban yang kaya akan nilai sejarah perjuangan dan kebudayaan.
"Kota ini bukan sekedar pusat administrasi melainkan sebuah ruang peradaban yang kaya," kata Markus.
Frasa "Mentok Untuk Semua" dalam tema peringatan kali ini disebut sebagai kompas pembangunan ke depan. Markus berharap energi sejarah yang kuat mampu mendorong lompatan kemajuan yang dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
"Frasa ini bukan sekedar deretan kata, melainkan sebuah komitmen dan arah kompas pembangunan kita dari akar sejarah yang kuat menarik energi untuk melompat menuju masa depan yang gemilang," tegas Markus.
Peringatan hari jadi ke-292 ini menjadi pengingat bahwa Muntok memiliki posisi strategis dalam sejarah Indonesia. Pengasingan para pendiri bangsa di kota ini menjadi bukti peran sentralnya jauh sebelum kemerdekaan diraih.