167 Koperasi Desa Merah Putih di Bangka Belitung Masuk Tahap Verifikasi dan Validasi Lapangan

Penulis: Alfian Batubara  •  Senin, 28 September 2026 | 12:31:01 WIB
Tim verifikasi dan validasi lapangan memeriksa kesiapan bangunan KDMP di Bangka Belitung.

PANGKALPINANG — Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat 167 KDMP siap masuk tahap verval, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian pembangunan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Ari Primajaya, menyebut percepatan verval ini mengikuti arahan Kementerian Koperasi agar kesiapan koperasi terverifikasi sebelum resmi beroperasi.

Tim verval dari tingkat kabupaten dan kota kini bergerak melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Pengecekan mencakup kesiapan bangunan, kelengkapan administrasi, hingga struktur pengurus koperasi di masing-masing desa.

Berapa Jumlah KDMP yang Sudah Rampung Dibangun?

Dari 393 unit KDMP yang tersebar di Bangka Belitung, sekitar 200 unit di antaranya sudah rampung 100 persen pembangunan fisiknya. Angka itu menjadikan Babel salah satu daerah dengan progres pembangunan KDMP yang relatif maju.

"Dari total 393 koperasi di Bangka Belitung, yang sudah 100 persen pembangunannya ada sekitar 200-an Koperasi Desa Merah Putih. Saat ini, yang siap untuk diverifikasi dan divalidasi (verval) ada 167 koperasi," ujar Ari.

Selisih antara unit yang sudah rampung dibangun dan yang siap verval menunjukkan masih ada koperasi yang menunggu kelengkapan dokumen atau penyesuaian sebelum bisa diverifikasi.

Menunggu Petunjuk Teknis Pusat untuk Operasional Gerai

Soal pengisian pasokan barang di gerai koperasi, Ari menyatakan pihak daerah masih menunggu petunjuk teknis lanjutan dari pemerintah pusat. Daerah belum bisa memastikan apakah koperasi yang lolos verval langsung beroperasi atau masuk tahap pemenuhan komoditas usaha lebih dulu.

"Setelah tahap verval selesai, kita menunggu keputusan dari pusat. Apakah koperasi yang telah lolos verval dapat langsung beroperasi, atau masuk ke tahapan pemenuhan kebutuhan barang dan komoditas usaha terlebih dahulu," katanya.

Ketidakpastian jadwal operasional ini membuat sejumlah pengurus koperasi di daerah belum bisa menyusun rencana pasokan secara pasti. Mereka menunggu keputusan pusat sebelum menandatangani kontrak dengan pemasok.

Komitmen Pemprov Babel Kawal Program Strategis Nasional

Pemprov Bangka Belitung bersama Dinas Koperasi dan UMKM menyatakan komitmen penuh mendukung program KDMP sebagai program strategis nasional. Dukungan itu mencakup pendampingan administrasi hingga percepatan proses verval di lapangan.

"Otomatis kita di Dinas Koperasi dan UMKM berkomitmen penuh untuk mengawal dan mendorong agar keberadaan Koperasi Desa Merah Putih di Bangka Belitung ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.

Koperasi di Bangka Rencanakan Tampung Hasil Pertanian Warga

Ketua KDMP Surya Timur, Kabupaten Bangka, Hamim, menuturkan koperasi yang dikelolanya tidak hanya menjual kebutuhan pokok. Pihaknya berencana menampung hasil pertanian petani setempat, termasuk sayur dan komoditas lain.

"Selain menjual barang kebutuhan pokok, kita juga rencana menampung hasil pertanian petani, seperti sayur dan lainnya," kata Hamim.

Rencana penampungan hasil tani itu dinilai bisa memangkas rantai distribusi sayur dari petani ke pasar. Selama ini petani di Bangka kerap menghadapi harga jual yang fluktuatif karena bergantung pada tengkulak.

Pemprov Babel menargetkan seluruh KDMP yang lolos verval dapat segera beroperasi setelah petunjuk teknis dari Kementerian Koperasi diterbitkan. Hingga kini, tim verval kabupaten dan kota masih melanjutkan pengecekan di lapangan terhadap 167 koperasi yang masuk daftar siap verifikasi.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top