BANGKA BARAT — Pemkab Bangka Barat menempuh jalur kolaborasi dengan sektor swasta untuk menyalurkan bantuan bedah rumah. Sasaran program kali ini adalah rumah milik Jannah, warga Desa Pangkalberas, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat. Dua pihak yang dilibatkan dalam penyaluran bantuan adalah PT Bumi Permai Lestari (BPL) dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
Pemkab Bangka Barat bertindak sebagai penyelenggara program, sementara PT BPL dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia masuk sebagai mitra penyalur bantuan. Kolaborasi lintas sektor ini menyasar rumah warga yang dinilai belum memenuhi standar kelayakan huni.
Desa Pangkalberas di Kecamatan Kelapa menjadi lokasi penyaluran bantuan pada tahap ini. Rumah Jannah menjadi objek perbaikan yang dikerjakan lewat program tersebut.
Bupati Bangka Barat Markus menegaskan bahwa nilai program bedah rumah lebih luas dari perbaikan dinding dan atap. Menurutnya, tempat tinggal yang layak menjadi pintu masuk bagi peningkatan kualitas hidup keluarga penerima.
"Bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan wujud kepedulian kemanusiaan untuk menghadirkan tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman demi meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan keluarga," kata Markus pada Rabu (28/10/2026).
Markus juga menyampaikan apresiasi kepada PT BPL dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia atas kontribusi dan kepedulian keduanya. Menurutnya, keterlibatan swasta dan lembaga sosial mempercepat penanganan kebutuhan hunian warga kurang mampu di Bangka Barat.
Keterbatasan anggaran daerah membuat Pemkab Bangka Barat membuka ruang bagi pihak lain untuk ikut menanggung beban perbaikan rumah warga. Skema ini memungkinkan penyaluran bantuan berjalan tanpa sepenuhnya bergantung pada APBD.
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia sendiri dikenal rutin menjalankan program bedah rumah di sejumlah daerah. Di Bangka Barat, yayasan itu masuk melalui kerja sama dengan PT BPL sebagai mitra perusahaan.
Bagi warga penerima, dampak langsungnya adalah hunian yang lebih aman dan nyaman. Perbaikan bangunan juga disebut menurunkan risiko kerusakan lanjutan pada struktur rumah yang sudah lama tidak direnovasi.
Pemkab Bangka Barat belum membeberkan jumlah unit rumah yang akan dibedah pada tahap berikutnya. Namun pola kerja sama dengan swasta dan lembaga sosial memberi peluang program serupa diperluas ke desa lain di Kecamatan Kelapa dan sekitarnya.
Untuk sementara, penyaluran bantuan di Desa Pangkalberas menjadi penanda bahwa skema kolaborasi pemerintah-daerah-swasta berjalan di Bangka Barat. Warga yang membutuhkan perbaikan hunian diarahkan mengikuti pendataan melalui pemerintah desa setempat.