Pencarian

Noni Hidayat Arsani Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH di Kabupaten Bangka

Minggu, 03 Mei 2026 • 17:34:40 WIB
Noni Hidayat Arsani Wisuda 200 Santri Yayasan IKPAH di Kabupaten Bangka
Noni Hidayat Arsani memimpin wisuda 200 santri Yayasan IKPAH di Kabupaten Bangka.

PEMALI — Bunda PAUD Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, memimpin prosesi wisuda 200 santri TKQ/TPQ binaan Yayasan IKPAH Indonesia Angkatan XXVI di Aula Pesantren Tuna Netra Indonesia 'Nurul A'Maa', Sungailiat, Sabtu (2/5/2026). Kehadiran istri Penjabat Gubernur Babel ini didampingi istri Bupati Bangka, Dini Fery Insani.

Noni tidak sekadar hadir sebagai tamu kehormatan. Ia turun langsung memandu prosesi pemindahan tali toga serta menyerahkan penghargaan bagi santri berprestasi. Kegiatan ini menandai kelulusan ratusan anak dari 20 lembaga pendidikan Al-Qur'an yang tersebar di wilayah Kabupaten Bangka.

Fokus Mencetak Generasi Cinta Al-Qur'an di Bangka

Noni Hidayat Arsani menyampaikan rasa bangganya terhadap antusiasme para santri dan wali murid. Ia berharap wisuda ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal bagi anak-anak untuk semakin memperdalam pemahaman terhadap kitab suci sejak usia dini.

"Mereka santri-santri yang diwisuda ini adalah penerus Bangka Belitung yang mencintai Al-Qur'an. Saya harap ada anak-anak lainnya juga mengikuti dan selalu dekat dengan Al-Qur'an," ungkap Noni kepada awak media dan tamu undangan.

Interaksi hangat terlihat saat Noni berbincang dengan para orang tua di sela-sela acara. Baginya, pendidikan agama merupakan fondasi utama karakter generasi muda di Negeri Serumpun Sebalai agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Misi Berantas Buta Aksara Al-Qur'an dan Braille

Ketua Yayasan IKPAH Indonesia, Riski Amelia, menjelaskan bahwa angkatan ke-26 ini melibatkan santri dari puluhan lembaga pendidikan. Yayasan saat ini sedang menjalankan dua misi besar yang berfokus pada literasi Al-Qur'an untuk kelompok masyarakat yang berbeda.

"Ini dua hal yang kami lakukan saat ini di Pesantren Tunanetra, yakni memberantas buta aksara Al-Qur'an untuk orang awas (penglihatan normal) lewat santri-santri ini, dan juga memberantas buta aksara Al-Qur'an Braille lewat teman-teman tunanetra yang berjuang di pesantren ini," papar Riski.

Sebelum prosesi utama, Noni Hidayat Arsani sempat meninjau asrama Pondok Pesantren Tunanetra 'Nurul A'Maa'. Ia memuji kegigihan para santri disabilitas netra yang mampu membaca hingga menghafal ayat suci Al-Qur'an hanya dengan kepekaan jari meraba lembar demi lembar huruf Braille.

Kemenag Bangka Ingatkan Larangan Perundungan di TPQ

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bangka, Suprianto Suhari, memberikan catatan tegas bagi pengelola lembaga pendidikan. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

"Kami mengingatkan agar tidak terjadi perundungan (bullying) dan kekerasan fisik di lembaga TKQ/TPQ. Jaga keamanan di lingkungan sehingga ramah untuk belajar dan ramah untuk anak," tegas Suprianto dalam sambutannya.

Rangkaian acara wisuda ditutup dengan pemberian apresiasi khusus kepada santri terbaik. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terus mendorong kolaborasi dengan yayasan pendidikan Islam untuk memperkuat literasi Al-Qur'an hingga ke tingkat desa.

Bagikan
Sumber: babelprov.go.id

Berita Terkini

Indeks