Pencarian

Momentum Harkitnas, Pemkot Pangkalpinang Minta Orang Tua Awasi Anak di Medsos, Batasi Akses Platform Tertentu

Rabu, 20 Mei 2026 • 13:27:15 WIB
Momentum Harkitnas, Pemkot Pangkalpinang Minta Orang Tua Awasi Anak di Medsos, Batasi Akses Platform Tertentu
Wakil Wali Kota Pangkalpinang mengimbau orang tua untuk mengawasi penggunaan media sosial anak.

PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, meminta seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua, untuk tidak lepas tangan dalam mengawasi penggunaan gawai dan media digital oleh anak-anak. Permintaan itu ia sampaikan usai menjadi pembina upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 di Halaman Kantor Wali Kota, Rabu (20/5/2026).

Menurut Dessy, pengawasan ketat di rumah menjadi garda terdepan melindungi generasi muda dari dampak negatif teknologi yang semakin masif. Ia menekankan bahwa masa depan daerah dan bangsa bergantung pada kualitas generasi penerus yang sehat secara fisik dan mental.

Aturan Baru: Akses Dibatasi untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Dalam sambutan yang dibacakannya—atas nama Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid—Dessy mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan strategis bernama PP Tunas. Regulasi ini secara spesifik membatasi akses digital bagi anak-anak yang usianya belum genap 16 tahun terhadap platform-platform tertentu.

“Tema Hari Kebangkitan Nasional tahun ini adalah menjaga tunas bangsa demi kedaulatan negara,” ujar Dessy di hadapan peserta upacara. Ia menambahkan, kehadiran PP Tunas menjadi payung hukum bagi orang tua dan sekolah untuk bertindak tegas dalam mengatur waktu serta konten yang dikonsumsi anak di internet.

Peran Orang Tua Jadi Kunci di Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang menilai, tanpa keterlibatan aktif orang tua, kebijakan pemerintah pusat hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak. Oleh karena itu, ajakan yang disampaikan pada momentum Harkitnas ini sengaja diarahkan langsung ke unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

“Ini bukan sekadar imbauan seremonial. Kami ingin orang tua benar-benar duduk bersama anak, memahami aplikasi apa yang mereka gunakan, dan berani mengatakan ‘tidak’ pada platform yang tidak sesuai usia,” tegas Dessy.

Dampak Jika Pengawasan Longgar

Pemerintah kota khawatir, tanpa pengawasan yang konsisten, anak-anak rentan terpapar konten negatif, penipuan daring, hingga perundungan siber. Kondisi ini dinilai bisa menggerus karakter bangsa yang sedang diperingati dalam semangat kebangkitan nasional.

Dessy pun mengajak para guru dan tokoh masyarakat untuk ikut menyosialisasikan bahaya kecanduan gawai serta pentingnya literasi digital sejak dini di lingkungan masing-masing.

Bagikan
Sumber: sekilasindonews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks