BANGKA — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) Babel dan Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Lintas Timur, Desa Riding Panjang, Kecamatan Merawang. Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program pemulihan ekosistem pesisir yang telah berjalan selama tujuh tahun terakhir.
Rehabilitasi Lahan Kritis Bekas Tambang
Kawasan Pantai Batu Ampar memiliki riwayat kerusakan akibat aktivitas pertambangan yang berlangsung pada awal 2000-an. Sejak 2019, pemerintah daerah dan berbagai komunitas lingkungan mulai menanam puluhan ribu bibit mangrove secara bertahap. Aksi Jumat lalu menambah jumlah itu dengan 2.000 bibit baru.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fery Afriyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua KAGAMA Babel dan Ketua KKMD Babel, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi jajaran Forkopimda, instansi vertikal, BPDAS Baturusa Cerucuk, serta relawan dari Jasa Raharja Kanwil Babel.
Mangrove: Benteng Abrasi dan Penyerap Karbon
Dalam sambutannya, Fery Afriyanto menekankan urgensi menjaga ekosistem pesisir di daerah kepulauan. Menurutnya, kerusakan di wilayah pesisir berdampak langsung pada nelayan dan masyarakat sekitar. Mangrove, katanya, berfungsi menahan abrasi, menjadi habitat biota laut, hingga menyerap karbon untuk mitigasi perubahan iklim.
"Sebagai daerah kepulauan, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kelestarian wilayah pesisir dan laut. Kerusakan ekosistem pesisir akan memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama para nelayan dan masyarakat pesisir," ujar Fery.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberlanjutan
Fery mengapresiasi sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan dunia usaha yang terlibat dalam kegiatan ini. Ia mengingatkan bahwa upaya rehabilitasi tidak boleh berhenti pada seremoni. Perlu ada komitmen merawat bibit yang ditanam agar tumbuh optimal.
"Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya pohon, tetapi juga harapan, kepedulian, dan warisan bagi generasi masa depan. Mari kita terus menumbuhkan semangat gotong-royong dan kecintaan terhadap lingkungan, agar Kepulauan Bangka Belitung tetap menjadi daerah yang hijau, asri, dan berkelanjutan," pungkasnya.
Pemprov Babel berharap penanaman ini mempercepat pemulihan total lahan eks tambang di Pantai Batu Ampar dan menjadi contoh bagi daerah pesisir kritis lain di Negeri Serumpun Sebalai.