Pencarian

Kopiah Resam Bangka Barat Diusulkan Jadi Indikasi Geografis, Begini Dampaknya bagi Pengrajin dan Generasi Muda

Jumat, 29 Mei 2026 • 18:34:01 WIB
Kopiah Resam Bangka Barat Diusulkan Jadi Indikasi Geografis, Begini Dampaknya bagi Pengrajin dan Generasi Muda
Pengrajin Kopiah Resam Bangka Barat tengah menanti pengakuan Indikasi Geografis untuk produk khas daerah.

PANGKALPINANG — Kopiah Resam, kerajinan anyaman khas Bangka Barat yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat, kini tengah diproses untuk mendapatkan perlindungan hukum sebagai Indikasi Geografis. Pengusulan ini difasilitasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Bangka Belitung bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) setempat.

Apa Saja Tantangan yang Dihadapi Pengrajin Kopiah Resam?

Kepala Kanwil Kemenkum Babel, Johan Manurung, mengungkapkan sejumlah persoalan yang membayangi keberlangsungan kerajinan ini. Mulai dari pemasaran yang masih terbatas, regenerasi pengrajin yang minim, efisiensi produksi yang rendah, hingga harga jual produk yang relatif lebih tinggi dibandingkan kerajinan serupa.

“Kopiah Resam merupakan salah satu kerajinan khas daerah yang memiliki nilai budaya dan ekonomi bagi masyarakat Bangka Barat,” kata Johan di Pangkalpinang, Jumat.

Mengapa Perlindungan Hukum Lewat Indikasi Geografis Penting?

Menurut Johan, status IG akan menjadi tameng hukum untuk menjaga keaslian dan reputasi produk. Ia menilai langkah ini strategis untuk meningkatkan daya saing produk khas daerah di pasar yang lebih luas.

“Perlindungan hukum melalui Indikasi Geografis penting untuk menjaga keaslian dan reputasi produk sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk khas daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kopiah Resam bukan sekadar barang kerajinan, melainkan bagian dari identitas budaya yang memiliki kekhasan dan nilai historis. Pengakuan resmi diharapkan mendongkrak nilai tambah ekonomi bagi pengrajin dan masyarakat sekitar.

Bagaimana Proses Pengusulannya?

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Babel, Kaswo, memastikan pihaknya siap mendampingi proses pengusulan, terutama dalam penyusunan dokumen deskripsi sebagai syarat utama pendaftaran. Ia menyebut proses untuk produk kerajinan seperti Kopiah Resam relatif lebih mudah dan cepat.

“Untuk produk kerajinan seperti kopiah resam, proses pengusulannya relatif lebih mudah dan cepat karena tidak memerlukan pengujian laboratorium sehingga biaya pendaftarannya lebih terjangkau,” kata Kaswo.

Upaya Melestarikan Kopiah Resam ke Generasi Muda

Selain urusan legalitas, pelestarian keterampilan menganyam kopiah resam juga menjadi perhatian. Johan menyebut pengenalan kerajinan ini perlu dilakukan sejak usia dini agar minat generasi muda tumbuh dan keterampilan tradisional tidak punah.

“Pelestarian kopiah resam juga menjadi perhatian bersama melalui pengenalan kerajinan tersebut sejak usia dini guna menjaga keberlanjutan keterampilan dan meningkatkan minat generasi muda,” jelasnya.

Kapan Status IG Kopiah Resam Diharapkan Terbit?

Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi antara Kanwil Kemenkum Babel dan Bapperida Bangka Barat masih berlangsung. Belum ada target waktu pasti kapan dokumen deskripsi akan rampung dan diajukan ke pusat. Namun, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan kementerian, proses ini diharapkan berjalan lancar.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks