Pencarian

Inflasi Tahunan Bangka Belitung Juni 2026 Tercatat 2,92 Persen, Terendah Ketujuh se-Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 • 16:32:02 WIB
Inflasi Tahunan Bangka Belitung Juni 2026 Tercatat 2,92 Persen, Terendah Ketujuh se-Indonesia
Inflasi tahunan Bangka Belitung Juni 2026 tercatat 2,92 persen, terendah ketujuh se-Indonesia.

PANGKALPINANG — Inflasi tahunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2026 masih berada dalam rentang sasaran nasional sebesar 2,5±1 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi year on year (yoy) provinsi itu sebesar 2,92 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen pada periode yang sama.

Capaian itu menempatkan Bangka Belitung sebagai daerah dengan inflasi tahunan terendah ketujuh di Indonesia sepanjang semester I 2026. Sementara secara bulanan, inflasi Juni 2026 tercatat 0,35 persen secara month to month (mtm).

Transportasi dan Pangan Jadi Pemicu Inflasi Bulanan

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan inflasi bulanan pada Juni 2026 terutama dipicu kenaikan harga pada kelompok transportasi. Tarif angkutan udara naik seiring meningkatnya harga avtur akibat konflik di Selat Hormuz dan penyesuaian harga bahan bakar minyak non-subsidi pada 10 Juni 2026.

Selain itu, harga daging ayam ras ikut mendorong inflasi. Pasokan komoditas itu terbatas pasca-Iduladha, sementara permintaan masyarakat meningkat menjelang perayaan Tahun Baru Hijriah di Bangka Belitung.

Emas Perhiasan dan Cumi-Cumi Dorong Inflasi Tahunan

Secara tahunan, inflasi tertinggi disumbang kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 6,17 persen. Komoditas emas perhiasan masih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi 4,49 persen, terutama dipicu kenaikan harga cumi-cumi. Sementara kelompok transportasi mencatat inflasi 4,20 persen akibat tarif angkutan udara yang masih tinggi.

BI dan Pemda Gelar 64 Kali Operasi Pasar Murah

Rommy menambahkan, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah telah menyelenggarakan 10 kali High Level Meeting untuk merumuskan kebijakan pengendalian inflasi yang tepat sasaran. Hingga Juni 2026, Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan sebanyak 64 kali untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.

"Penguatan kerja sama antar daerah terus didorong guna memastikan pasokan pangan ke Bangka Belitung tetap terjaga," kata Rommy dalam keterangan resminya.

Bank Indonesia juga melakukan pendampingan kepada UMKM sektor pertanian serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berbelanja dan berkonsumsi secara bijak sebagai bagian dari pengendalian inflasi.

Tantangan Inflasi ke Depan: Geopolitik Global Masih Mengintai

Menurut Rommy, tantangan inflasi ke depan masih ada akibat ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik. Penguatan strategi 4K pengendalian inflasi diharapkan dapat mengoptimalkan implementasi program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) sekaligus mendukung Program Strategis Nasional.

"Optimisme, komitmen, dan sinergi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait perlu terus diperkuat agar inflasi tetap rendah dan stabil sesuai sasaran nasional," ujarnya.

Ia menilai inflasi yang terjaga stabil menjadi modal penting untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah tantangan perekonomian dan ketidakpastian global.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks