KOBA — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Disperindagkop-UKM resmi menggelar workshop Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dihadiri 63 perwakilan koperasi dari seluruh desa dan kelurahan. Kegiatan ini menjadi respons atas tuntutan agar koperasi lebih adaptif di tengah dinamika ekonomi modern.
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Koperasi Harus Garap Sektor Riil
Sekda Bangka Tengah, Ahmad Syarifullah Nizam, membuka workshop dengan pesan tegas. Ia mengatakan koperasi memiliki peran vital yang melampaui fungsi konvensionalnya sebagai lembaga simpan pinjam. Menurutnya, koperasi adalah pilar pembangunan ekonomi nasional sekaligus wadah membangun kemandirian ekonomi secara gotong royong.
"Di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang, koperasi dituntut tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tapi juga mampu mengembangkan berbagai unit usaha yang produktif," kata Nizam di hadapan para peserta.
Potensi Daerah yang Siap Dikelola: Pertanian hingga Pariwisata Desa
Dalam paparannya, Nizam memetakan sejumlah potensi daerah yang melimpah dan siap dikelola oleh koperasi. Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan menjadi andalan utama. Selain itu, koperasi juga didorong untuk masuk ke distribusi pupuk, benih, dan sarana produksi, serta pengelolaan sembako dan kebutuhan pokok masyarakat.
Tak hanya produk barang, jasa logistik, pemasaran digital, hingga pariwisata berbasis desa juga disebut sebagai peluang yang bisa digarap. "Termasuk pengelolaan usaha pangan dan pergudangan," ujarnya.
Modal Bukan Segalanya, SDM dan Tata Kelola Jadi Kunci
Meski potensi besar terbuka, Nizam mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak otomatis datang dari besarnya modal. Ia menekankan tiga faktor penentu: sumber daya manusia yang berkualitas, tata kelola yang baik, dan komitmen seluruh pengurus dan anggota.
"Keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan besarnya modal, tapi lebih ditentukan sumber daya manusia, tata kelola yang baik dan komitmen seluruh pengurus dan anggota," tegasnya.
Target: Workshop Bukan Sekadar Seremonial
Nizam berharap workshop ini menjadi ruang diskusi yang hidup dan menghasilkan tindakan nyata di lapangan. Ia meminta agar setiap koperasi mampu menangkap peluang usaha yang realistis, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Saya berharap workshop ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan berbagi pengalaman," katanya.
Pesan terakhir Sekda kepada para pengurus koperasi: jaga kepercayaan anggota dan terus tingkatkan kapasitas diri agar mampu bersaing di era modern. Workshop ini menjadi langkah awal bagi Bangka Tengah untuk mengoptimalkan peran koperasi sebagai motor ekonomi desa. (Pri)