PANGKALPINANG — Lahan kritis bekas galian tambang di pesisir Pantai Rebo, Kabupaten Bangka, mulai dihijaukan kembali. Polda Kepulauan Bangka Belitung menggelar aksi penanaman pohon massal dengan total 3.000 bibit yang terdiri dari mangrove dan cemara, Rabu (8/7).
Kegiatan ini merupakan rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 yang sempat tertunda karena padatnya agenda kepolisian. Kapolda Babel Irjen Pol Viktor T. Sihombing memimpin langsung penanaman di atas lahan seluas tiga hektare yang sebelumnya merupakan area tambang.
Kapolda: Ini Momentum Bayar Utang pada Alam
Dalam sambutannya, Viktor menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya alam di Bangka Belitung selama puluhan tahun belum dibarengi upaya restorasi yang setara. Ia menyebut kondisi itu sebagai utang ekologis yang harus segera dilunasi.
"Selama ini banyak pohon yang ditebang, tetapi tidak semuanya diganti dengan penanaman kembali. Artinya kita masih memiliki utang terhadap lingkungan," ujar Viktor.
Eks Kepala Divisi Hukum Polri itu mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan bukan sekadar soal estetika. Dampaknya merambah ke ketahanan ekologi, ketahanan pangan, hingga keberlangsungan hidup masyarakat di provinsi kepulauan ini.
Alam Bereaksi dari Aksi Manusia
Viktor mencontohkan banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah sebagai bentuk reaksi alam terhadap perlakuan manusia. Menurutnya, alam akan merespons positif jika manusia memberikan aksi positif, dan sebaliknya.
"Kalau aksi kita positif, alam akan bereaksi positif. Sebaliknya, kalau aksi kita negatif, alam juga akan memberikan reaksi negatif kepada kita," kata dia.
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi sumber daya alam besar di sektor kelautan, kehutanan, perkebunan, hingga pertambangan mineral. Selama puluhan tahun, sektor-sektor itu menjadi sumber penghidupan utama warga, namun juga meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang nyata di beberapa titik.
Mangrove dan Cemara untuk Ketahanan Pesisir
Pemilihan bibit mangrove dan cemara di kawasan pesisir Pantai Rebo dinilai strategis. Kedua jenis tanaman ini dikenal mampu menahan abrasi dan memperbaiki ekosistem pesisir yang rusak akibat aktivitas tambang.
Aksi serentak ini disebut Viktor sebagai komitmen Polri mendukung pelestarian lingkungan. Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut dan menginspirasi instansi lain untuk melakukan hal yang sama.