Pencarian

Bunda Literasi Babel Noni Hidayat Arsani Gencarkan Gemar Membaca Buku ke Anak Usia Sekolah di Tengah Era Digital

Kamis, 23 Juli 2026 • 16:45:01 WIB
Bunda Literasi Babel Noni Hidayat Arsani Gencarkan Gemar Membaca Buku ke Anak Usia Sekolah di Tengah Era Digital
Bunda Literasi Babel Noni Hidayat Arsani mengajak anak usia sekolah membaca buku di perpustakaan Kota Pangkalpinang.

PANGKALPINANG — Anak-anak sekolah di Pangkalpinang kini kembali diajak mendekatkan diri ke perpustakaan di tengah gempuran konten digital. Bunda Literasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menyatakan kebiasaan membaca buku cetak mulai terabaikan karena anak-anak lebih akrab mengakses gawai untuk bermain game dan menonton video.

Mengapa Anak Perlu Kembali ke Perpustakaan?

Menurut Noni, kunjungan ke perpustakaan bukan sekadar agenda seremonial. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan koleksi buku ilmu pengetahuan dan dongeng secara langsung kepada siswa-siswi. "Anak-anak bisa membaca di perpustakaan maupun meminjam buku tersebut untuk dibaca di rumahnya," ujarnya saat menghadiri upacara Hari Anak Nasional di SMKN 1 Pangkalpinang, Kamis.

Ia menambahkan bahwa interaksi langsung dengan buku cetak mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menulis, dan konsentrasi belajar anak. Hal ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan konsumsi konten digital yang cenderung pasif.

Aksi Nyata: Siswa SD Diajak ke Perpustakaan Kota

Sebelumnya, Noni bersama siswa-siswi sekolah dasar di Kota Pangkalpinang mendatangi perpustakaan daerah. Mereka diberikan kesempatan membaca sepuasnya dan memilih buku favorit untuk dibawa pulang. "Alhamdulillah, anak-anak ini sangat antusias sekali membaca berbagai koleksi buku yang ada di perpustakaan," katanya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dari program berkelanjutan yang akan digencarkan ke seluruh kabupaten/kota di Bangka Belitung. Target utamanya adalah membentuk ekosistem literasi yang kuat sejak usia dini.

Dampak Kemajuan Digital pada Minat Baca

Noni mengakui bahwa kemajuan teknologi digital yang pesat menjadi tantangan terbesar dalam menumbuhkan budaya baca. Anak-anak lebih mudah mengakses gawai untuk bermain game dan menonton video dibandingkan membaca buku. "Kebiasaan untuk membaca buku semakin terabaikan," tegasnya.

Oleh karena itu, program cinta membaca ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga melibatkan orang tua dan guru untuk menjadi teladan. Dengan kolaborasi ini, diharapkan kebiasaan membaca buku dapat kembali menjadi rutinitas harian, bukan sekadar aktivitas di sekolah.

Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Generasi Emas 2045 yang cerdas dan berkarakter.

Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks