PANGKALPINANG — Noni menegaskan bahwa akses pendidikan yang setara bukan sekadar wacana, melainkan tugas bersama. “Ini tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya dalam sambutan di hadapan para guru, siswa, dan orang tua.
Peringatan HAN 2026 dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen kolektif dalam memberikan hak yang setara bagi setiap anak. Noni menyebut hak tersebut mencakup pendidikan, perlindungan, dan ruang berkembang sesuai potensi masing-masing, tanpa terkecuali bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Antusiasme Siswa Tampilkan Bakat di Tengah Keterbatasan
Dalam kesempatan itu, Noni menyaksikan langsung penampilan para siswa yang menunjukkan kemampuan seni mereka. “Saya sangat mengapresiasi para siswa yang sangat antusias menampilkan berbagai seni, mulai dari tari, musik, menyanyi, pencak silat hingga bercerita dengan sangat baik dan suka cita,” katanya.
Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang sama untuk berkarya, terlepas dari keterbatasan fisik atau mental yang mereka miliki. Antusiasme siswa, guru, dan orang tua yang hadir menciptakan atmosfer dukungan penuh terhadap pengembangan potensi anak.
Harapan Lahirkan Generasi Emas yang Mandiri dan Berdaya Saing
Plt Kepala SLBN 31 PKLK Pangkalpinang, Tri, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bunda PAUD yang dinilai memberikan motivasi dan semangat bagi seluruh civitas sekolah. “Kami berharap anak-anak ini dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berkarakter, serta mampu meraih prestasi hingga tingkat nasional bahkan internasional. Mohon dukungan dari Bapak dan Ibu semua agar harapan tersebut dapat terwujud,” ujarnya.
Tri menambahkan, semangat Hari Anak Nasional 2026 diharapkan menjadi penguat kolaborasi seluruh pihak dalam mewujudkan Generasi Emas Bangka Belitung. Generasi yang unggul, berkarakter, berdaya saing, serta tumbuh dalam lingkungan yang ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang menjadi target utama yang ingin dicapai.
Peringatan HAN di SLBN 31 PKLK Pangkalpinang tahun ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan berprestasi. Dukungan dari pemerintah provinsi melalui penguatan layanan pendidikan inklusif diharapkan dapat memperluas akses dan kualitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di seluruh Kepulauan Bangka Belitung.